chapter 54

32 2 0
                                    

Dipagi hari tepatnya saat solat subuh nisa menumpahkan semuanya,mencurahkan isi hatinya kepada yang maha kuasa tentang betapa cintanya dia kepada laki laki yang selalu menyakitinya

Isak tangis di sujud terakhir dan panjatan doa yang begitu khusyuk membuat nisa sadar jika tuhan punya rencana yang lebih baik untuk kedepannya

“nis,udah siap?”mama nisa masuk dengan baju yang sudah rapi

“udah mah”

“cek lagi barang yang belum kebawa ya,mama tunggu dibawah”ucap mama nya pergi

Memang kedua orang tua nisa memilih jam penerbangan pagi sesuai kemauan nisa sendiri

Sementara diluar sudah ada rasti,alya,aksa dan reza yang sudah sedari subuh menunggu dirumah dan siap mengantar nisa

Nisa berjanji tak akan ada tangisan didepan kedua orang tuanya dan di depan teman temannya untuk hari ini

“jangan bandel ya”ucap reza sembari menaikkan koper nisa

“iya reza”ucap nisa tersenyum

Mereka semua berangkat kebandara dengan sesegera mungkin karena takut macet diperjalanan nanti

Nisa memilih untuk satu mobil dengan teman temannya dibanding dengan kedua orang tuanya

Nisa terus mengecek handphone nya entah harapan apa yang sedang nisa tunggu

“hubungin aja kali”ucap aksa

“enggak sa”kata nisa dengan lembut

Dimobil rasti tak henti hentinya menangis dan alya pun tak henti hentinya memeluk nisa yang membuat reza dan aksa geleng geleng kepala

“yang,kalo liburan kita susulin nisa kesana ya,udah jangan nangis”kata aksa menenangkan rasti

Sementara alya tampak termenung sembari memeluk tangan nisa dan berbicara kepada nisa

“maaf sama apa yang udah terjadi sama kita dulu”

Mengingat pertengkaran yang pernah nisa dan alya alami,alya meminta maaf dan nisa hanya tersenyum manis kepada alya

Sesampainya dibandara nisa menghembuskan nafas nya pelan lalu tersenyum kecil yang dapat dirasakan oleh teman temannya

“nis,mama sama papa cuman bisa nganter kamu sampe sini soalnya mama sama papa harus buru buru kerja kan”kata papa nisa tersenyum mengelus kepala nisa

“mama gak nyangka kamu udah mau pergi aja”

Mama nisa menitikkan air matanya sedangkan nisa hanya tersenyum sembari memeluk mamanya ini.nisa sangat menyanyangi kedua orang tuanya ini

“anak papa udah gede,papa bangga sama kamu”

Nisa tersenyum lebar dan tak banyak bicara lalu nisa memeluk papanya juga

“doain nisa ya mah,pah nisa mau bahagiain mama,papa sama abang”kata nisa lagi

Mama dan papa nya tersenyum menangis melihat anak perempuan satu satunya akan ia lepas selama beberapa tahun di negri orang

Berbicara soal zaki,nisa sudah menemui zaki di penjara dan berpamitan dengannya.zaki pun tampak menitikkan air matanya juga

“yaudah kamu masuk sana.oiya kalian temenin nisa dulu di dalem ya”kata mama nisa kepada teman teman nisa itu

“iya tante”

Nisa melambaikan tangannya kepada kedua orang tuanya yang barusan saja pergi meninggalkan bandara,reza mengelus pundak nisa

distance apartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang