Keesokan harinya nisa kembali datang ke sekolah,tak ada yang berbeda dengan sebelumnya.kini nisa dihadapkan dengan pemandangan mobil rafael yang sudah berada di sebelah mobilnya
“lo gapapa nis?”tanya rasti yang berada disampingnya
“iya gue gapapa kok,kalian duluan aja gue mau ke perpus dulu”
Nisa benar benar tak tahu harus berbuat apa,dia tak benar benar pergi ke perpus melainkan pergi ke gedung atas sekolah tempat biasa yang ia kunjungi bersama rafael
Sudah setengah jam ia menenangkan pikirannya,nisa kini berjalan menuju kelas karena bel masuk sudah berbunyi.sesampainya di dalam kelas nisa tak menemukan satu orang pun di dalam kelasnya.nisa bertanya dengan orang yang lewat di depan kelasnya
“ehh don,lo mau kemana?terus ini anak anak pada kemana?”
“lo gatau ya nis?”
“enggak,emang pada kemana?”
“disuruh ngumpul di aula,ayooo buruann”
“iya duluan aja ntar gue nyusul”
Nisa sama sekali tak mendengarkan pengumuman itu,dia masuk ke dalam kelas untuk menaruh barang barang yang ia bawa.saat ia menaruh barang dia menemukan sesuatu yang menjanggal
“apa nih?”
Nisa lantas mengecek lacinya dan mendapati ada sebuah kotak merah yang sangat tak asing untuk dilihatnya,nisa tak langsung membukanya dan memilih untuk menangis terlebih dahulu.dia tau ini adalah giliran rasti
“sumpah ini kapan berhentinya sihhh?”nisa sangat lelah dan memijat pelipisnya,dia sangat rapuh jika menyangkut teror ini
”kenapa gak gue aja yang kena?kenapa temen temen gue yang jadi korbannya”nisa berbicara tersedu sedu dan memilih untuk tidak pergi ke aula
Nisa memberanikan dirinya untuk membuka kotak merah tersebut,dan benar saja foto rasti yang menjadi sasaran.tetapi bukan darah yang seperti biasanya di lumuri,melainkan hanya coretan spidol.apa maksud dari semua ini?
Beberapa jam kemudian semua telah kembali ke kelas,nisa tak lupa mencari rasti ke dalam kelas nya bersama alya
“tungguuuu,jawab dulu pertanyaan gue lo tadi kemana sihh?”alya bertanya kepada nisa
“itu gak penting,gue mau ketemu rasti sekarang”kata nisa
Nisa dan alya mencari rasti,nyatanya rasti pun tak ada di dalam kelas.tak ada satupun yang tahu dimana rasti sekarang.
“coba lo telfon al”
“handphone nya di dalam tas astagaaaa”
“rasti cabut barusan keluar sekolah pake mobil lo al”suara yang tak asing membuat nisa dan alya menoleh
Itu rafael,rafael dengan tatapan seriusnya membingungkan nisa dan alya.dan benar saja,alya selalu menitipkan kunci mobilnya di tas rasti karena alya tahu bahwa dirinya sering lupa menaruh kunci mobil
“maksud lo apa?kok bisa rasti keluar pake mobil gue?”tanya alya
“kenapa lo gak tahan dia mau cabut?”sambung nisa dengan tatapan dingin.nisa belum melupakan kejadian kemarin dimana rafael lebih membela alika dibanding membela dirinya sendiri
“gue udah tahan,dia ngeberontak”kata rafael yang tak kalah dingin.jika bukan menyangkut rasti,nisa tak ingin berbicara dengan rafael,dia sangat kecewa
”yaudah al gimanapun caranya kita harus kejar dia,maksudnya apa coba main kabur kabur gitu”kata nisa kepada alya
“mending lo berdua ngeliat mading dulu sebelum ngejar rasti”

KAMU SEDANG MEMBACA
distance apart
Teen Fiction"satu tahun bin?kamu kemana?" -nisa lintang azzahra "asal kamu tau aku pengen banget ngasih ini langsung ke kamu,ketemu sama kamu,untuk terakhir kalinya" -rafael bintang alvin apa jadinya jika orang yang kamu cinta pergi dan tiba tiba datang lagi di...