chapter 17

42 4 0
                                    


Author pov's
Nisa pun memenuhi permintaan Rafael yang ingin bertemu di taman belakang sekolah

"Gausah basa basi,kak rafa masuk rumah sakit,gue mau kesana"kata nisa dengan cepat

Tapi mungkin perkataan nisa mampu menghilangkan senyuman itu seketika,menyulap nya menjadi hilang sirna

"Udah boleh aku jelasin?"kata bintang menunduk dengan suara khasnya

"boleh,tapi gausah nunduk"

Rafael langsung menoleh dan menatap lekat mata nisa

"Beban"ucap nisa dalam hati

Ya,nisa rasa tatapan itu adalah tatapan penuh beban yg dimiliki rafael,entah apa maksudnya

"Bunda dipaksa menikah sama laki laki lain"ucap dia menunduk kembali

Betapa kagetnya nisa,membelalakkan matanya

"Ayah punya hutang perusahaan,tapi tuhan lebih sayang ayah,ayah udah gak ada,bunda gak bisa bayar semua hutang hutang itu,dan konsekuensinya kalau bunda gak bisa bayar,bunda harus nikah sama laki laki itu"tampak suaranya yang semakin lama semakin serak,menahan tangis

"Sekarang laki laki itu udah di penjara karena narkoba,akhirnya bunda nge gugat cerai"

"Dan sampai akhirnya,mungkin kita bahagia karena udah terlepas dari laki laki itu,tapi beberapa bulan kemudian,bunda...."
Kini dia memang benar benar tak bisa menahan tangisnya lagi

Nisa yang ikut merasakan apa yg rafael rasakan pun turut menangis

"Bunda kenapa?"kata nisa

"Bunda meninggal kecelakaan"

Nisa yg mendengar perkataan rafael langsung menutup mulutnya lalu memejamkan matanya

Bagaimana bisa,orang tua rafael yg sudah nisa anggap sebagai orang tua Nisa sendiri telah tiada.

"Anka sempat depresi,itu makanya aku bawa anka balik kesini,karena cuman disini dia bisa balik ketawa"

Nisa dan rafael sama sama menangis deras.yang ada di pikiran nisa hanyalah rasa bersalah,bersalah dan bersalah

"Terus kenapa harus pergi waktu itu?"kata nisa

"Pada saat itu juga bunda nikah nisa,mau gak mau aku harus nyaksiin"

Tangisan yang semakin lama semakin mereda menciptakan keheningan.hanya ada suara sesenggukan antara rafael dan Nisa

"Aku gak minta belas kasihan kamu,aku cuman mau kamu ngerti nisa,ngerti kenapa aku pergi"kata rafael yg kini menatap nisa

"kamu dateng di saat yg gak tepat"kata nisa

"Kamu udah suka rafa?"

"Dia yg ngehibur aku waktu kamu gak ada"

"Dia gak baik"kata rafael cepat

Nisa langsung kaget,dia tak tahu mengapa rafael bisa berkata itu

"Lo tau apa tentang dia?lo baru kenal dia beberapa hari yg lalu"

"Nyatanya kamu gak tau apa penyebab dia bisa kecelakaan"

Nisa terdiam,dia memang tidak tahu apa penyebab kak rafa bisa kecelakaan,entah tertabrak atau di tabrak.tapi Nisa tak ingin kak rafa di jelek jelelakkan oleh rafael

"Jangan nge judge dia kalo lo gak tau apa apa"kata nisa

"Makasih udah ngejelasin semuanya,rafael"kata nisa beranjak dari tempat duduk,dia sengaja memanggil nama rafael

"Kenapa rafael?"

"Karena bintang terlalu asing buat kita yg sekarang"nisa pun pergi

-------------------------------------------------
Nisa berlari di lorong rumah sakit,sudah ada 10 panggilan tak terjawab dari kak reza,sudah pasti menanyakan dimana nisa sekarang

"Assalamualaikum,maaf nisa telat"kata nisa membuka pintu

"Stttt,rafa tidur,lagian lo lama banget sih,disuruh balik langsung kesini juga,malah kelayapan"
Kata kak reza yg langsung nyeroscos

"Macet za"

Tak lama kemudian,Nisa teringat untuk menanyakan mengapa kak Rafa bisa kecelakaan

"Za,kak rafa kenapa bisa gini?"

"Ya bisa"

"Ya kenapa?"

"Ya lu liat aja mobilnya ringsek begitu"

"Terus"

"Ya kecelakaan"

"Ya kenapa bisa kecelakaan ezaaa,nabrak atau di tabrak"

"Nabrak"

Nisa membulat kan matanya

"Nabrak apa?"

"Tiang"

"Kok bisa?"

Kak reza langsung terdiam

"Zaa,kenapa za?kok bisa?"

"Ya gatau,gak keliatan jalan kali"

"Za,ga lucu"

"Gue penyanyi,bukan pelawak"

"Ezaaaaa"

Mendengar keributan itu,kak rafa langsung terbangun

"Kamu udah Dateng?"

"Eh kak rafa udah bangun?"

"Elu sih berisik"sambung nisa lagi

"Lah elu yg nge gonggong,gue yg kena"

Kak rafa hanya tersenyum

distance apartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang