Shirazumi, Tanjiro dan Nezuko terus berjalan menuruni gunung. Cuaca yang masih mendung membuat Shirazumi dan Nezuko aman dari sinar matahari.
Tapi itu tak berlangsung lama.
Akhirnya matahari mulai kembali bersinar, menyingkirkan awan-awan gelap yang sejak tadi menghalangi.
Tubuh Nezuko dan Shirazumi mulai mengeluarkan asap karena terkena sinar matahari.
Dengan cepat Tanjiro mengeluarkan kain yang tadi dibawanya, lalu menutupi tubuh Shirazumi dan Nezuko.
Sambil memegang tangan kedua saudaranya, Tanjiro bergegas mencari tempat teduh yang tak terkena sinar matahari secara langsung. Tidak lama, akhirnya terlihat sebuah gua kecil. Sepertinya gua itu buatan manusia.
Tanjiro menyuruh Shirazumi dan Nezuko untuk masuk ke bagian terdalam dari gua itu. disana teduh, Sinar matahari tidak sampai ke bagian dalam. Kemudian Tanjiro juga ikut masuk ke dalam gua itu.
Mereka bertiga duduk bersama, Shirazumi dan Tanjro merundingkan tentang bagaimana selanjutnya. Shirazumi dan Nezuko tak bisa berjalan di siang hari, sedangkan Tanjiro ingin cepat-cepat menuju Gunung Sagiri.
Shirazumi berpikir, hingga akhirnya dia mendapatkan sebuah ide.
"Tanjiro, kau masih ingat saat Nezuko berubah jadi seukuran orang dewasa? Mungkin Nezuko bisa melakukan yang sebaliknya". Shirazumi menjelaskan apa yang terpikirkan olehnya.
"Benar juga! Nezuko, apa kau bisa menjadi kecil? Jadilah kecil Nezuko" Tanjiro menjawab kemudian sambil mengelus-elus kepala Nezuko, Tanjiro meminta nezuko untuk berubah menjadi kecil.
Benar saja, Nezuko menjadi mengecil. Kimono yang digunakannya kini terlihat melonggar karena tubuhnya yang mengecil.
"Nah, kalau kecil begini, Nezuko bisa dibawa menggunakan keranjang bambu atau semacamnya, lalu tutupi dengan kain" Ucap Shirazumi melihat adik perempuannya yang kini terlihat seperti anak berumur 4 atau 5 tahun.
"Bagaimana dengan Nee-chan? Apakah Nee-chan juga bisa mengecil?" Tanya Tanjiro pada kakaknya.
Shirazumi diam sejenak meresapi kata-kata Tanjiro. Dia menutup mata lalu memikirkan tentang anak kecil. Berubah jadi anak kecil...
Tapi tak ada yang berubah. Shirazumi tetap berukuran remaja berumur 15 tahun.
"Sepertinya... aku tak bisa... hehe..." Ucap Shirazumi sambil tertawa kecil.
"Hmm...." Shirazumi dan Tanjiro ber 'hmm' ria sambil menyilangkan tangan. Nezuko yang melihat kedua kakaknya ikut-ikutan menyilangkan tangannya.
.
.
.
"Aku tahu!!" Ucap Tanjiro memecahkan keheningan.
"Untuk Nezuko, tentunya aku akan mencari keranjang bambu. Sedangkan untuk Nee-chan, akan kucarikan topi jeramiyang lebar. Nee-chan bisa menjahitkan kain pada topi itu. Denagn begitu, Neechan juga bisa berjalan di siang hari. Tanjiro menjelaskan.
"Itu patut dicoba. Kerja bagus Tanjiro!" Puji Shirazumi sambil mengacungkan jempolnya pada Tanjiro. Lagi-lagi, Nezuko mengikuti gerakan Shirazumi.
"Neechan dan Nezuko tunggulah di sini. Aku akan mencarikannya dulu". Tanjiro berkata sebelum akhirnya pergi keluar mencara barang barang yang dibutuhkan.
~***~
Di dalam gua, kini hanya tinggal Shirazumi dan Nezuko berdua. Matahari semakin tinggi. Karena gua itu tak terlalu dalam, cahaya matahari sedikit demi sedikt memasuki gua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thousand of Tears
Fanfiction#1 In DEMONSLAYER (Oktober 2020, Bahasa Indonesia) #1 in OC (Agustus 2025, Bahasa Indonesia) ~Alur cerita ngikutin komik dengan penambahan OC dan sedikit (atau banyak) perubahan jalur~ Kamado Shirazumi adalah Anak pertama dari 7 bersaudara.Adik laki...
