Shirazumi memegangi bahunya yang terluka dan berusaha berdiri, tetapi tiba-tiba tubuhnya roboh.
Shirazumi merasakan rasa sakit yang melebihi dari rasa sakit dari luka di bahu dan punggungnya itu pada pinggangnya. Saat pemburu oni dengan pedang yang bentuknya sangat ramping itu mengejarnya, dia sempat menolehkan 2 buah luka goresan pada pinggangnya.
Awalnya Shirazumi mengabaikan luka gores yang tak dalam itu. Tapi kini luka kecil itu memberikan rasa sakit yang amat sangat baginya.
Warna kulit Shirazumi semakin pucat, bercak berwarna ungu terlihat di beberapa bagian tubuhnya. Luka kecil di pinggangnya itu mengandung racun yang mematikan bagi oni.
Nezuko yang melihat ketidak berdayaan kedua kakaknya itu terlihat sangat khawatir. Tetapi, teriakan Shirazumi yang menyuruh Nezuko untuk berlari dan menyelamatkan diri membuat Nezuko berpaling dan berlari.
Kanao yang melihat Nezuko kabur, memprioritaskan dirinya untuk mengejar Nezuko karena merasa Shirazumi yang telah terkena racun dari Shinobu tak akan bisa melakukan apapun dan tak akan bertahan lama.
.
.
.
Saat Kanao sedang mengejar Nezuko yang sedang berlari dengan tubuhnya yang mengecil, Pemberitahuan dari Kasugaikarasu untuk membawa Tanjiro, Shirazumi dan Nezuko diumumkan. Kanao mengenali Nezuko dari bambu yang ada di mulutnya. Karena itu, dia berhenti menyerangnya.
Sementara, Shinobu dan Giyuu segera mencari Tanjiro dan Shirazumi. Terutama Shirazumi karena Shinobu harus memberikan penawar racun wisteria pada Shirazumi yang sudah terkena serangan Nichirin beracun miliknya.
Saat mereka menemukan dua dari 3 bersaudara itu, kondisi Shirazumi sudah agak parah walaupun dia masih sadar. Sedangkan Tanjiro tengah tak sadarkan diri karena tendangan Kanao.
Shirazumi terlihat sangat pucat dan sangat berkeringat. Dia juga terlihat mulai sulit bernafas.
"Waah... Hebat... Kau masih bertahan hidup. Tapi syukurlah kalau kau masih hidup" Ucap Shinobu sambil mengeluarkan sebuah suntikan yang diisi dengan cairan berwarna agak keruh.
Shirazumi berusaha menjauhi Shinobu, tapi tubuhnya sudah sangat lemah.
"Tenang saja. Ini penawar untuk racun yang ada pada tubuhmu. Kami harus membawa kalian ke hadapan Oyakata-sama hidup-hidup". Ucap Shinobu sambil tersenyum.
Shirazumi tak mempercayai ucapan Shinobu, hanya saja dengan keadaannya yang sekarang, dia tak bisa melakukan apapun.
Shinobu berhasil menyuntikkan cairan penawar racun itu pada lengan Shirazumi. Setelah beberapa detik, penawar racun itu mulai bekerja. Bercak-bercak ungu di tubuh Shirazumi mulai memudar. Hanya saja, tiba-tiba Shirazumi memuntahkan darah lalu tak sadarkan diri.
"Shinobu. Yang kau berikan itu racun atau penaewar racun?" Ucap Giyuu datar pada Shinobu.
"Itu penawarnya kok. Yang dia muntahkan itu darah beracun. Tapi harusnya tak sampai hilang kesadaran begini..." Jawab Shinobu sambil memeriksa Shirazumi.
Setelah diperiksa oleh Shinobu, Shirazumi ternyata memang hanya pingsan. Mungkin karena kelelahan atau tak bisa menahan rasa sakit.
Setelah memeriksa Shirazumi, Shinobu juga memeriksa Tanjiro yang masih pingsan. Kedua bersaudara itu tidak dalam kondisi yang mengancam nyawa.
Berikutnya Kanao datang menghampiri Shinobu bersama Nezuko di sampingnya. Nezuko tak lari ataupun menyerang dan mengikuti Kanao.
Begitu melihat kedua kakaknya, Nezuko langsung menghampiri mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thousand of Tears
Fanfiction#1 In DEMONSLAYER (Oktober 2020, Bahasa Indonesia) #1 in OC (Agustus 2025, Bahasa Indonesia) ~Alur cerita ngikutin komik dengan penambahan OC dan sedikit (atau banyak) perubahan jalur~ Kamado Shirazumi adalah Anak pertama dari 7 bersaudara.Adik laki...
