"Kalian.... siapa?"
Itu kalimat yang diucapkan Rengoku saat baru sadar. Sontak saja seisi ruangan termasuk Shinobu terkejut mendengarnya.
"Rengoku-san, kau tak mengenal kami?" Tanya sang hashira serangga. Walaupun raut wajahnya tak banyak berubah dan tetap tersenyum, tak dapat dipungkiri kalau Shinobu terkejut saat mendengar ucapat Rengoku. Nampaknya Rengoku kehilangan ingatannya!!
Rengoku menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Shinobu. Dia terlihat bingung dengan apa yang terjadi dan menatap satu per satu wajah wajah di sekelilingnya yang menampakkan wajah khawatir sekaligus terkejut.
"Nee-san siapa?"
Bagaikan dilatarbelakangi bom yang meledak, Rengoku menanyakan itu pada Shinobu. dengan raut wajah yang tak berbeda jauh dengan yang biasanya namun suara yang jauh lebih lemah namun tetap agak berat, seisi ruangan membeku saat sang Pilar Api (yang sekarang jadi cilik) menanyakan hal itu.
Shinobu mengedutkan dahinya, tak terpikirkan kalau Rengoku akan memanggilnya 'nee-san'.
"Re...Rengoku-san. Mohon... jangan memanggilku seperti itu..."
Zenitsu hampir saja tertawa terbaha-bahak melihat sikap Shinobu, namun Shinobi segera menoleh kepadanya, membuatnya tidak jadi tertawa.
"Ko...Kochou-san. Rengoku-san hilang ingatan? Kok bisa? Apa ini gara-gara Nee-chan?? eh? Kochou-san... jangan marah??!!"
Tanjiro bertanya bertubi-tubi.
Shinobu menghela nafas sebelum menjawabnya. "Aku bukan sedang marah Tanjiro-kun. masih belum jelas sih kenapa Rengoku-san bisa hilang ingatan. Aku harus memeriksa nya lebih jauh. bisa jadi juga ini disebabkan karena shock dari luka yang harusnya besar itu"
Sekarang memang tak terlihat karena tubuhnya tertutup oleh piyama, namun bekas luka besar perut dan punggung Rengoku merupakan bukti yang tak terbantahkan dari luka parah yang seharusnya dia alami. Sebelah matanya pun masih ditutup perban menandakan bola matanya yang sebelumnya sobek parah.
Selagi Shinobu dan Tanjiro berbincang, Inosuke, Zenitsu, Kiyo, Sumi, dan Naho mendekati ranjanng Rengoku dan mulai menanyakan, apakah Rengoku mengingat mereka. tentu saja Rengoku mengatakan kalau dia tak mengingat mereka, bahkan namanya sendiri pun dia tak ingat.
.
.
.
Kabar mengenai apa yang terjadi pada sang pilar api telah sampai pada Oyakata-sama dan juga hashira lainnya. Kabar ini masih terbatas pada mereka (termasuk kakushi yang menangani lokasi) dan belum disebarkan pada semua kisatsutai. Kabar mengenai hal ini termasuk kabar yang terlalu mengejutkan. akan sulit menjelaskan bagaimana mungkin hashira, sebagai anggota kisatsutai terkuat kini mengecil jadi seperti anak umur 15 tahunan!!
Para hashira yang mendengar hal ini tentu terkejut. untuk sang pilar cinta Kanroji Mitsuri malah berteriak random mendengar mantan masternya itu sekarang jadi mengecil.
Sedangkan Oyakata-sama, dia menanggapi kabar ini dengan tenang didampingi Amane istrinya.
.
.
.
beberapa hari berlalu sejak Rengoku bangun, Shinobu pun telah memeriksanya untuk mengetahui apa penyebab amnesia yang dialami oleh Rengoku. berdasarkan diagnosisnya, kemungkinan besar Rengoku hilang ingatan karena shock dan baru bangun dari koma. Apabila berjalan lancar, Rengoku seharusnya bisa mendapatkan kembali ingatannya.
Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke pun masih menjalani perawatan. Terutama Tanjiro dengan luka yang paling parah. Dia belum boleh terlalu banyak bergerak karena takut luka nya terbuka lagi. Sumi, Naho, dan Kiyo selalu mengawasinya bergantian, memastikan Tanjiro tidak melakukan hal bodoh seperti berlatih sendirian di malam buta. Shirazumi pun diminta untuk mengawasi adiknya di malam hari.
.
.
.
Suatu malam, saat itu Tanjiro tak bisa tidur sedangkan Zenitsu dan Inosuke sudah tertidur lelap. Tak ada pasien lain di ruang inap perawatan itu. Shirazumi menemani adiknya berbincang.
"Nee-chan... apa aku ini memang lemah? Hampir saja Rengoku-san mati di depan mataku" Ucap Tanjiro suram. tanjiro baru saja mendapat mimpi buruk lalu terbangun di malam hari. Saat itu kebetulan Shirazumi baru saja masuik keruangan itu untuk melihat keadaan trio kamaboko itu. Tak ada tanda-tanda Nezuko akan bangun malamn ini, Nezuko memang tidak setiap malam bangun.
"kau bukan lemah. Jogen saat itu memang sangat kuat. Pengalamanmu pun belum sebanyak Rengoku-san. Tentunya tak bisa dibandingkan. Aku bahkan lebih tak bisa melakukan apapun... selain membakar... yang bahkan akupun tak begitu ingat apa yang kulakukan..." Shirazumi menjawab adiknya dengan lebih suram.
Tanjiro sedikit panik melihat kakak perempuannya itu mengeluarkan aroma suram yang kental. "Ne... Ne-chan!! tidak! bukan! kalau bukan karena Ne-chan, Rengoku-san pasti sudah..." tanjiro tak mau melanjutkan kalimatnya. Sebenarnya mimpi buruk yang membuatnya terbangun tadi adalah mengenai Rengoku yang tak selamat setelah pertarungannya melawan Jogen berambut merah itu.
Mereka berdua terus berbincang hingga menjelang subuh sebelum akhirnya Tanjiro kembali tidur. Topik bincangan mereka beragam, tekadang suram, terkadang semangat. mereka berusaha menjaga suara agar Zenitsu dan Inosuke tak terbangun. Namun, mereka lupa kalau Zenitsu punyta pendengaran yang tajam, bahkan saat sedang tidur.
Pagi harinya saat semuanya bangun, Tanjiro, Inosuke, dan Aoi berteriak terkejut saat melihat Zenitsu dengan kantung mata yang tebal.
Ingatan masa lalu, itulah yang membentuk dirimu saat ini.
Saat ingatan menghilang, keberadannmu menjadi mengambang.
Namun, walaupun ingatan itu menghilang, isi hatimu tak akan ikut menghilang.
Isi hati terdalam, yang tak dapat terjangkau oleh apapun selain dirimu sendiri.
TBC
________________________________________________________________________________
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
KAMU SEDANG MEMBACA
Thousand of Tears
Fanfiction#1 In DEMONSLAYER (Oktober 2020, Bahasa Indonesia) #1 in OC (Agustus 2025, Bahasa Indonesia) ~Alur cerita ngikutin komik dengan penambahan OC dan sedikit (atau banyak) perubahan jalur~ Kamado Shirazumi adalah Anak pertama dari 7 bersaudara.Adik laki...
