Seperti perkataan Shirazumi. Tanjiro memang menginap di rumah Saburo.
Saat Tanjiro melewati rumah Saburo, dia ditahan oleh Saburo. Dengan alasan hari sudah malam dan Oni yang bisa muncul saat malam, Saburo menyuruh Tanjiro untuk menginap di rumahnya.
Saburo tinggal sendirian sejak keluarganya semua meninggal. Dia bekerja sebagai pengrajin payung.
Awalnya Tanjiro tak percaya saat Saburo sedikit menjelaskan tentang oni. Tapi saat Tanjiro sudah mulai mengantuk dan akan tertidur, dia ingat sesuatu. Dulu... mendiang Neneknya juga pernah menceritakan hal yang sama tentang Oni.
~***~
Suara shoji yang bergerak karena angin membuat Shirazumi terbangun. Sambil mengusap matanya karena terbangun tengah malam dia menguap lebar.
Dengan matanya yang masih lelah dan mengantuk, Shirazumi melihat ke arah shoji. Awalnya dia pikir kalau matanya masih menipunya. Terlihat siluet seorang pria yang berdiri tepat di luar di depan Shoji.
Shirazumi yang mengira kalau itu adalah Tanjjiro, bangkit dari futon dan berjalan perlahan melewati futon-futon yang ditiduri oleh ibu dan adik-adiknya dan menuju shoji.
Tapi saat Shoji dibuka, yang dia lihat bukanlah adiknya. Seorang pria tinggi berambut hitam dan bermata merah menyala menatap Shirazumi.
"Maaf, Anda siapa?" Tanya Shirazumi pada pria itu.
Tanpa mengubah ekspresi wajahnya, pria itu menyerang Shirazumi secara tiba-tiba. Untunglah Shirazumi bisa mengelak sehingga hanya lengan kanan dan bahunya yang terkena serangan pria itu.
Saat Shirazumi sedang berlutut dan menekan lukanya, Pria itu masuk lebih dalam ke rumah, dan mulai membantai ibu dan adik-adiknya.
Pertama Takeo dan Shigeru. karena suara teriakan yang sangat kencang, Ibunya, Hanako, Nezuko dan Rokuta terbangun.
Berikutnya Sang ibu yang melindungi Hanako di belakang tubuhnya. Mereka berdua tak selamat.
Sekuat tenaga Shirazumi berteriak menyuruh Nezuko untuk menggendong Rokuta dan pergi dari sini.
Sambil terus memegangi lukanya, Shirazumi menghadang pria itu. Shirazumi menabrakkan tubuhnya pada pria itu dan menahannya, berharap yang dilakukannya itu dapat memberikan waktu bagi Nezuko dan Rokuta untuk menyelamatkan diri.
Tapi itu tak berhasil. Dengan sebelah tangan pria itu mengangkat Shirazumi dan melemparnya ke luar, menyebabkan Shirazumi terbentur beberapa Shoji yang dilewatinya hingga menabrak Nezuko dan Rokuta yang baru beberapa langkah di luar rumah.
Shirazume yang segera bangkit langsung berdiri di depan Nezuko yang sedang memeluk Rokuta.
"Apa salah kami? Kenapa kau menyerang kami?" Tanya Shirazumi pada pria itu sambil menangis.
Dibalik punggung pria itu, Shirazumi bisa melihat rumahnya. Shoji yang rusak. Futon yang berantakan. Juga tubuh ibu dan adik-adiknya yang tak bergerak. Sedangkan di belakang Shirazumi, Nezuko sedang memeluk Rokuta. Seluruh tubuh Nezuko gemetaran sedangkan Rokuta ingin menangis kencang tapi tak bisa. Saking gemetarnya, Nezuko tak punya kekuatan untuk berdiri dan berlari.
"Aku suka tatapanmu. Bagaimana kalau aku membuatmu jadi oni, setelah itu, kulepaskan dua bocah itu". Ucap pria itu pada Shirazumi. Dari pada menawarkan, nada bicaranya lebih seperti memerintah.
Mendengar ucapan itu, detak jantung Shirazumi meningkat. 'Oni? Makhluk mirip manusia yang suka memakan manusia yang pernah diceritakan nenek??' Ucap Shirazumi dalam hati.
Pria itu berjalan mendekati Shirazumi. Tanpa sempat melakukan apapun, Shirazumi merasakan sakit dari cakaran panjang yang kini menghiasi bahu kiri hingga dadanya. Gadis itu bahkan tak sadar kapan pria itu mencakarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thousand of Tears
Fanfiction#1 In DEMONSLAYER (Oktober 2020, Bahasa Indonesia) #1 in OC (Agustus 2025, Bahasa Indonesia) ~Alur cerita ngikutin komik dengan penambahan OC dan sedikit (atau banyak) perubahan jalur~ Kamado Shirazumi adalah Anak pertama dari 7 bersaudara.Adik laki...
