Murata menawarkan dirinya untuk mengurus semua pemburu oni yang sedang dikendalikan itu agar Tanjiro dan Inosuke bisa pergi menuju oni yang mengendalikan benang itu. Inosuke meragukan Murata karena Inosuke menganggap Murata yang penakut tak mungkin bisa melakukan itu.
Tentu saja Murata membentak dan mengatakan kalau dirinya tidak takut. Lagipula dirinya juga masih merupakan pemburu oni dan juga memiliki peringkat yang lebih tinggi dibandingkan Tanjiro dan Inosuke.
Menurutnya, gerakan para pemburu oni yang dikendalikan itu terrlalu monoton. Mungkin karena mengendalikan terlalu banyak orang, gerakan tubuh yang dikendalikan itu menjadi terbatas. Atau mungkin juga tubuh orang-orang yang dikendalikan dan berada lebih dekat dari Oni itu lebih kuat dibanding yang sekarang ada di hadapannya.
Dengan gerakan yang seperti itu, tidak terlalu sulit untuk menghindar dan memotong benang-benang yang menempel pada tubuh mereka. Itulah hal terbaik yang bisa dia lakukan sekarang tanpa perlu membunuh rekan-rekannya.
Sekali lagi, Murata meyakinkan Tanjiro untuk pergi. Lagipula Shirazumi yang tiba-tiba ditarik oleh benang itu ternyata mengarah pada arah yang sama dengan yang ditunjukkan Inosuke. Kemungkinan besar Shirazumi berada di tempat yang sama dengan Oni pengendali benang itu.
Sambil menghilangkan keraguannya, Tanjiro menuruti kata-kata Murata dan bergegas pergi menuju tempat Oni itu berada. Tapi Inosuke malah marah-marah karena Murata sempat memanggilnya babi bodoh. Tanjiro menarik lengan Inosuke yang masih mengoceh dan mulai berlari.
Selama berlari, Inosuke masih terus mengoceh akan menghajar Murata. Bahkan Tanjiro pun mulai kesal saat Inosuke kembali salah menyebut namanya.
.
.
.
Tiba-tiba langkah Tanjiro dan Inosuke berhenti karena melihat seorang pemburu oni. Tidak, itu salah. Bukan hanya ada satu. Dihadapan mereka ada tiga orang pemburu oni. Hanya saja, yang dua lagi berada di bawah dansudah tak bisa bergerak.
Satu pemburu oni yang masih berdiri itu memegang katana yang sedang menusuk tubuh salah satu pemburu oni yang sudah tak berdaya itu. Sedangkan sebelah tangannya lagi sedang menarik rambut pemburu oni yang satu lagi.
Pemburu oni yang ternyata perempuan itu sedang menangis. Tanpa diberitahupun, Tanjiro dan Inosuke sudah tahu apa yang terjadi. Lagi-lagi benang itu mengendalikan dan membuat gadis itu menyerang rekannya sendiri.
Sambil menangis, pemburu itu memohon agar Tanjiro dan Inosuke segera menjauh dari tempat itu dan memanggil pemburu oni dengan peringkat yang lebih tinggi. Apa yang terjadi di Gunung Natagumo itu, sangat jauh dari kemampuan pemburu oni yang masih memiliki tingkat Mizunoto.
Tapi, sebelum tanjiro dan Inosuke sempat melakukan sesuatu, Tubuh pemburu oni itu mulai bergerak menebaskan katana yang ddigenggamnya itu ke arah mereka. Tulangnya sudah hancur karena gerakan yang terlalu dipaksakan. Tapi itu tak membuat Oni yang mengendalikannya itu menghentikan perbuatannya.
Kedua pemburu yang seharusnya sudah tak bisa bergerak itu kini bangkit berkat benang-benang yang juga menempel pada tubuh mereka. Tulang mereka sudah hancur. Organ dalam mereka juga sudah rusak parah. Daripada terus merasakan rasa sakit yang amat sanag itu, mereka memohon agar Tanjiro mengambil nyawa mereka.
Tentu saja Tanjiro merasakan keraguan yang dalam atas permintaan itu. Tapi lain halnya dengan Inosuke. Dia malah menanggapi permintaan itu denga serius dan berniat membunuh mereka saat itu juga.
Tanjiro menghentikan Inosuke dan mulai berpikir untuk menemukan jalan lain agar mereka tak perlu dibunuh.
Tandiro menjadikan dirinya umpan agar ketiga pemburu yang dikendalikan itu mengikutinya, dan saat waktunya tepat, Tanjiro membuat salah satu dari mereka tersangkut pada batang pohon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thousand of Tears
Fanfiction#1 In DEMONSLAYER (Oktober 2020, Bahasa Indonesia) #1 in OC (Agustus 2025, Bahasa Indonesia) ~Alur cerita ngikutin komik dengan penambahan OC dan sedikit (atau banyak) perubahan jalur~ Kamado Shirazumi adalah Anak pertama dari 7 bersaudara.Adik laki...
