Chapter 9 Bertemu Oni

1.8K 254 2
                                        

Shirazumi dan Tanjiro yang menggendong Nezuko terus berjalan hingga akhirnya matahari terbenam. Karena cahaya matahari telah digantikan oleh cahaya bulan, Nezuko bisa keluar dari keranjangnya, dan Shirazumi tak perlu lagi menggunakan topi lebarnya itu.

Kain pembungkus keranjang dan topi lebar milik Shrazumi, dimasukkan ke dalam keranjang yang sekarang kosong. Tanjiro masih terus menggendong keranjang bambu itu.

 ~***~

Setelah berjalan agak lama, mereka menemukan sebuah kuil kecil. Cahaya terlihat dari sela-sela kertas shoji yang sobek. 'Kalau ada cahaya, berarti ada orang di dalamnya' itulah yang dipikirkan Tanjiro.

Tanjiro berniat untuk mendatangi kuil itu, tapi tiba-tiba gerakannya terhenti. "Ada bau darah!!" Ucap Shirazumi dan Tanjiro bersamaan.

Shirazumi sebetulnya tak memiliki penciuman kuat seperti Tanjiro, tapi sejak mendapatkan darah oni, penciumannya jadi sedikit lebih kuat. Tapi dia tak bisa mencium bau dengan akurat seperti Tanjiro. Baru kali ini saja Shirazumi menyadarinya. Dia sedikit tertarik dengan bau darah manusia.

Tanjiro bergegas menuju kuil itu. Dia berasumsi kalau ada orang yang cedera di dalam kuil itu. Jalan di gunung ini sangat berbahaya. Mungkin saja ada yang cedera saat sedang menuruni gunung dan beristirahat di kuil itu.Shirazumi yang sedang memegang tangan Nezuko mengikuti di belakangnya.

Dengan niat memberikan pertolongan, Tanjiro membuka shoji yang sudah reyot tersebut.

Tapi bukannya menemukan orang yang terluka. Apa yang dilihat Tanjiro membuatnya teringat akan ibu dan adik-adiknya.

Bau darah yang menyengat tercium saat Tanjiro membuka shoji itu. Jasad tiga orang manusia yang berlumuran darah, dan seorang yang terlihat seperti oni sedang mengunyah tangan salah satu dari jasad itu.

"Apa... Hei! Ini wilayah berburuku. Jangan seenaknya masuk kesini!!" Oni itu menatap Tanjiro dan yang  dua saudaranya dengan mulutnya yang berlumuran darah.

Nezuko yang melihat pemandangan itu mulai mengeluarkan air liur dari mulutnya yang tertutupi potongan bambu. Sedangkan Shirazumi, dia memang tertarik dengan bau darahnya. tapi pemandangan brutal yang dilihatnya itu malah membuatnya mual. Dia hanya tertarik, tapi tak terpikirkan sedikitpun untuk makan manusia seperti oni yang dilihatnya ini.

"Hmm... Ada yang aneh... Apa kalian bertiga, manusia??" Ucap oni itu sambil menjilati tangannya yang berlumuran darah.

Tiba-tiba oni itu bergerak dengan sangat cepat dan menerjang Tanjiro. Shirazumi dan Nezuko tak sempat melakukan apapun.

Shirazumi yang segera sadar akan serangan itu, beranjak dari tempatnya dan berniat menolong Tanjiro, sedangkan Nezuko masih terpaku pada jasad-jasad itu.

Dengan cepat, Tanjiro meraih kapak yang dibawanya dan melukai leher oni yang menyerangnya. Oni itu mundur menjauhi Tanjiro beberapa langkah. Melihat itu, Shirazumi menghentikan langkahnya.

Tapi luka tebasan itu tak mampu mengalahkan oni. Dalam hitungan detik, luka itu sudah berhenti mengeluarkan darah. Beberapa detik kemudian, luka itu hilang tak berbekas. Yang tertinggal hanyalah darah yang sempat keluar dari luka tebasan tersebut.

Itu sama dengan penyembuhan cepat milik Shirazumi dan Nezuko. Hanya saja jauh lebih cepat dan tanpa efek samping sama sekali.

 ~***~

Nafas Nezuko semakin memburu. Air liur yang keluar dari mulutnya pun semakin banyak. Shirazumi yang menyadari itu, berbalik dan kembali pada Nezuko.

Shirazumi menyemangati adiknya untuk tidak tergoda dan memakan manusia. 

Shirazumi tak tahu harus melakukan apa. Apakah menahan Nezuko agar tidak memakan jasad-jasad itu, ataukan menolong Tanjiro yang masih melawan Oni yang kini berusaha mematahkan lehernya.

Thousand of TearsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang