.
Seorang pria tua yang memakai topeng tengu berwarna merah sedang mengangkat sebuah ember berisi penuh dengan air sungai. Pria itu berjalan menuju rumahnya dengan membawa ember itu.
Gerakannya terhenti saat pria itu mendengar suara kepakan sayap burung, lebih tepatnya burung gagak.
Di salah satu kaki burung gagak itu terikat sesuatu. Itu adalah kertas yang berisikan surat.
Burung gagak itu bukanlah milik sang pria tua, melainkan milik salah satu orang yang pernah menjadi muridnya. Dulunya pria tua itu juga memiliki burung gagaknya sendiri, tapi kini burung gagak itu sudah tiada.
Pria itu menyimpan ember kayu yang sejak tadi dipegangnya dan mengangkat lengan kirinya. Dengan tenang burung gagak itu bertengger di lengannya.
Dengan perlahan, dilepaskannya kertas surat yang terikat di kaki burung gagak itu. Setelah itu, burung gagak itu kembali terbang, kembali pada majikannya.
Pria tua itu membuka lipatan kertas surat itu dan membaca isinya.
.
.
.
"Sebelumnya, maafkan ketidak sopanan saya, Urokodaki Sakonji-dono.
Saya mengirimkan seorang pemuda yang ingin menjadi pendekar pemburu oni untuk menemui anda.
Pemuda itu memiliki semangat dan berani melawan saya tanpa membawa senjata.
Keluarganya telah dibantai oleh oni.
Kakak Perempuan dan adik perempuannya yang selamat telah diubah menjadi oni.
Adik perempuannya memiliki ketahanan mental yang tinggi hingga mampu menahan dirinya untuk tidak menyerang manusia.
Kakak perempuannya tidak menjadi oni seutuhnya, dia sepertinya memiliki kekebalan tertentu atas darah oni. Dia masih memiliki emosi manusia seutuhnya. Bahkan dia juga tidak memiliki ketertarikan dengan daging manusia.
Dengan itu saya telah memutuskan bahwa mereka tidak akan menyerang manusia.
Saya dapat merasakan sesuatu yang berbeda dari mereka bertiga.
Pemuda itu memiliki penciuman kuat sama seperti anda.
Mungkin saja, pemuda itu dapat menemukan cara untuk menerobos dan menjadi penerus anda.
Saya mohon, agar anda bersedia melatihnya.
Saya menyadari kalau permintaan saya ini terkesan egois.
Saya harap anda dapat memaafkan keegoisan saya atas permintaan saya ini.
Saya berharap anda dapat terus menjaga diri anda dalam setiap hal yang anda lakukan.
Dengan hormat,
Tomioka Giyuu.
.
.
.
Setelah selesai membaca surat itu, pria itu melipat kertas itu dan dimasukkannya ke dalam saku. Embar kayu yang tadi dia letakkan, kini kembali diangkatnya dan memasukkannya ke dalam penampungan air miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thousand of Tears
Fanfiction#1 In DEMONSLAYER (Oktober 2020, Bahasa Indonesia) #1 in OC (Agustus 2025, Bahasa Indonesia) ~Alur cerita ngikutin komik dengan penambahan OC dan sedikit (atau banyak) perubahan jalur~ Kamado Shirazumi adalah Anak pertama dari 7 bersaudara.Adik laki...
