Saat Tanjiro kembali ke kedai udon untuk menjemput Nezuko, terlihat sang pemilik kedai sedang menyuruh Nezuko untuk memakan udon buatannya.
Udon itu sebetulnya udon pesanan Tanjiro. Tapi karena takut udon itu keburu mekar, pemilik udon itu menyuruh Nezuko saja yang memakannya. Untuk Tanjiro nanti akan dibuatkannya lagi.
Rupanya pemilik kedai itu adalah orang yang paling benci menyia-nyiakan makanan. Dia akan sangat jengkel kalau ada pelanggannya yang tidak menghabiskan udon buatannya, apalagi tidak dimakan.
Tanjiro mengambil sumpit kayu yang dipegang penjual udon itu dan mengambil semangkuk udon yang ada. Tanpa basa-basi Tanjiro langsung menyeruput habis udon itu beserta kuahnya.
Setelah membayar udon itu dan berterima kasih pada pemilik kedai, Tanjiro menggandeng tangan Nezuko dan mulai berjalan pergi.
Wajah penjual udon itu terlihat sangat senang saat Tanjiro menghabiskan udon buatannya dan mengatakan kalau udon itu sangat enak.
Selama berjalan, Nezuko menatap Tanjiro seperti ingin menanyakan sesuatu. Nezuko ingin menanyakan dimana Shirazumi.
Tanpa mendengar pertanyaan keluar dari mulut Nezuko, Tanjiro sudah tahu apa yang ingin ditanyakan adiknya itu. Tapi saat Tanjiro baru mau menjawab Nezuko, tiba-tiba Nezuko berhenti berjalan. Itu membuat Tanjiro yang sedang menggandeng Nezuko juga ikut berhenti.
Nezuko menggeram. Tatapannya lurus kedepan. Tanjiro mengikuti arah pandangan Nezuko, dan ternyata oni laki-laki yang tadi bersama dengan oni wanita yang mengaku sebagai dokter itu ada disana.
Dia menunggu Tanjiro dan Nezuko untuk membawa mereka ke kediaman mereka dimana Shirazumi juga berada.
Sebetulnya Tanjiro bisa saja mencariny adengan mengikuti bau mereka dan juga Shirazumi. Tapi laki-laki itu menyangkal kalau Tanjiro bisa menemukannya. Itu karena tempat persembunyiannya itu dilindungi oleh sihir. Karena itu walaupun dengan penciuman Tanjiro, tempat itu tak bisa ditemukan.
Karena alasan itulah, dia menjemput tanjiro dan Nezuko.
Seperti rasanya sikap dingin laki-laki itu belum cukup, dia malah mengejek Nezuko sebagai oni yang buruk rupa.
Selama beberapa detik Tanjiro tak mengerti siapa yang dimaksud oni buruk rupa itu. Hingga akhirnya dia menyadari kalau yang diejek itu Nezuko.
Setelah menyadarinya, Tanjiro marah marah dan mengatakan kalau Nezuko itu bukan buruk rupa. Malahan Nezuko adalah gadis paling manis di desa mereka bersama dengan Shirazumi. Dua gadis paling cantik di desa.
Tapi laki-laki itu tak mempedulikan ucapan Tanjiro yang berkata sambil marah-marah. Dia malah terus berjalan.
Walapun masih marah-marah, tanjiro masih terus mengikutinya bersama dengan Nezuko yang tak mengerti apa yang sedang terjadi.
.
.
.
Setelah tak lama berjalan, mereka berhenti di sebuah jalan buntu. Walaupun kelihatannya itu jalan buntu, ternyata dibaliknya terdapat sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal dua oni itu. Sesuai perkataannya, karena menggunakan sihir penyelubung, Rumah itu tak bisa ditemukan. Bahkan bau siapapun yang ada di dalamnya tak bisa tercium dari luar.
Setelah mereka bertiga memasuki wilayah yang tersembunyi itu. Laki-laki itu masih saja terus mengeluh karena sebetuknya dia tak setuju membawa orang luar masuk ke kediamannya. dia hanya melakukannya demi wanita yang dikaguminya itu.
Setelah memasuki rumah, mereka bertiga langsung menuju ke sebuah ruangan dimana isinya terlihat seperti ruang periksa dokter pada umumnya.
Didalamnya terdapat tiga orang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thousand of Tears
Fanfiction#1 In DEMONSLAYER (Oktober 2020, Bahasa Indonesia) #1 in OC (Agustus 2025, Bahasa Indonesia) ~Alur cerita ngikutin komik dengan penambahan OC dan sedikit (atau banyak) perubahan jalur~ Kamado Shirazumi adalah Anak pertama dari 7 bersaudara.Adik laki...
