Cilok empat belas

12.7K 1.1K 127
                                        

"Ha... ha..."

Tante Inggrid dan tante Siska terbahak saat sedang membicarakan kejadian yang menimpah tante Inggrid di arisan tempo hari.

"Kamu liat wajah anak itu kan Sis? Pucat, dia itu bener-bener polos. Mau aja aku bohongin."

Jadi kejadian pada saat Aden akan memberikan cilok kepada ibu-ibu arisan, sebenarnya adalah kejadian yang sudah direncana oleh tante Inggrid. Wanita itu sudah melihat bahawa Aden sebenarnya adalah mutiara, namun tertutup oleh penampilannya yang sangat sederhana. Lantas tante Inggrid mencari cara agar bisa membungkus Aden dan membawanya pulang ke rumah. Sehingga dengan sengaja ia menyenggol kaki Aden yang sedang membawa cilok di atas nampan. Akhirnya Aden tersandung oleh kaki tante Inggrid dan semua cilok yang sudah diberi bumbu saus kecap itu, tumpah merusak pakaian tante Inggrid yang harganya mencapai puluhan juta.

Tante Inggrid sudah berpengalaman, ia bisa tahu jika Aden sebenarnya anak yang polos. Jadi hanya dengan gertakan agar mengganti bajunya saja Aden tidak berani berkutik.

"Dasar kamu Nggrid, ngomong-ngomong mata kamu jeli juga ya kalo liat barang bagus," Puji tante Siska dengan raut wajah yang meledek. "Aku yakin tampang dia itu pasti menjual, arisan berondong minggu depan kamu harus pasang harga tinggi buat anak itu."

Tante Inggrid terdiam sambil berpikir. Beberapa saat kemudian senyumnya mengembang. Sepertinya tante Inggrid setuju dengan usul dari  tente Siska. "Ide bagus, tepi sebelum aku bawa dia ke arisan kita, nggak ada salahnya aku ajarin dia dulu. Aku yakin banget dia itu anak baik-baik, pasti belum pernah ngerasain..." ucap tante Inggrid sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Dasar kamu," cibir tante Siska sambil memukul pelan paha tante Inggrid. "Aku kira waktu kamu megang wajah anak itu, kamu mau nyium dia depan ibu-ibu. Ternyata lagi ngamatin wajah tukang cilok itu." Tante Siska menggeleng-gelengkan kepalanya, ia merasa heran dengan kelakuan sahabatnya itu.

"Oiya aku mau jadiin dia assisten bohongan," kata Tante Inggrid.

"Maksudnya?"

"Dia itu beda sama anak laki-laki yang lain, terlalu sayang kalau cuma buat sekali fun aja. Dia itu istimewa." Jelas tante Inggrid.

"Maksudnya, kamu mau piara dia?" Tanya tante Siska.

"Enak aja piara," serga tante Inggrid, "kamu kira dia hewan? Sebenernya aku sih nggak perlu assisten, tapi kalo ditemenin sama dia kemanapun, aku rela deh bayar dia mahal." Ungkap tante Inggrid.

Tente Siska menggelang-gelengkan kepala sambil berdecak heran. Tapi tante Siska bisa memahami kenapa tante Inggrid bisa sampai seperti itu.

Tante Inggrid menikah dengan mendiang suaminya itu tidak dilandasi dengan rasa cinta. Usia alm.suaminya itu jauh di atasnya. Namun karena suaminya sangat kaya, maka dari itu ia rela menjadi istrinya, meskipun pada saat menjalani rumah tangga ia sedikit terkekang, tidak boleh banyak bergaul. Dan setelah suaminya meninggal, tante Inggrid seperti burung yang terlepas dari sangkarnya. Sangat Bebas.

Merasa bosan melakukan hubungan intim dengan pria yang usianya lebih tua, oleh sebab itu tante Inggrid seperti merasa penasaran. Ia ingin melampiaskan nafsu syahwatnya dengan mencari laki-laki yang usianya jauh lebih muda darinya. Hingga akhirnya ia sampai bergabung dengan anggota ibu-ibu sosialita yang suka mengadakan arisan laki-laki, berusia sekitar belasan tahun.

Tidak jauh beda dengan tante Inggrid, tante Siska juga bernasip sama seperti tante Inggrid. Menikah demi harta meski pasangannya jauh lebih tua. Bedanya tante Siska suaminya belum meninggal, dan hartanya tidak sebanyak suami tante Inggrid. Tante Siska hanya kesepian karena sering ditinggal ke luar negeri oleh suaminya. Selain itu suami tante Siska sudah tidak mempunyai gairah lagi di atas tempat tidur.

CASM {Mamang Cilok}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang