Cilok tiga puluh enam

10.6K 1.1K 197
                                        

~selamat membaca~

Ibu Veornica duduk bersimpuh di tepi kasur yang masih terlihat acak-acakan, akibat pergulatan panas yang baru saja dilakukan Pandu dengan Aden. Selain itu, sobekan kertas kado juga masih berserakan di atas kasur, lantaran mereka belum sempat membereskan nya. Di depan ibu Veronica, ada Pandu sedang duduk bersila dan ada Aden duduk bersila disebelah nya.

Aden dan Pandu saling bersitatap saat ibu Veronica sedang mengedarkan pandangannya di sekitar kamar. Mereka merasa sangat lega lantaran apa yang meraka lakukan barusan, tidak sampai kepergok  ibu Veronica. Enatah apa yang akan terdi jika Pandu dan Aden tidak mengunci pintu kamar kosnya. Mereka tidak sanggup membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang pasti akan terjadi, jika ibu Veronica melihat adegan panas yang mereka lakukan barusan.
Rasanya lega sekali. Pandu dan Aden tidak henti-hentinya bersyukur di dalam hatinya.

Meskipun merasa lega, tapi tetap saja, kepala Aden dan Pandu menjadi terasa sangat pening. Tidak hanya kepala atas saja yang terasa ngilu, kepala bagian bawahpun rasanya ikut nyut-nyutan. Bagaimana tidak, gairah yang memuncak dan sudah di ubun-ubun, terpaksa harus dihentikan lantaran kehadiran ibu Veronica yang tiba-tiba. Jika yang di dalam celana sana bisa bersuara, pasti milik mereka sudah berteriak-teriak emosi, lantaran gagal mendapatkan pelampiasan yang tinggal beberapa langkah lagi. Rasanya benar-benar dongkol.

Pandu menoleh ke arah ibunya, keningnya berkerut melihat ibu Veronica yang tidak berhenti melihat-lihat kamar kos mereka. "Mami," tegur Pandu, lantaran ibu Veronica belum memberi tahu maksud kedatangannya, sejak masuk ke kosan, sampai ia duduk di tepi kasur.

Yang dipanggil sedikit tersentak, lalu menoleh ke arah putranya, "hem?" Ucapnya.

"Mami mau ngapain ke sini? kok nggak ngabarin dulu." Kesal Pandu.

Senyum keibuan terbit di bibir ibu Veronica, manik matanya menatap putranya dan Aden secara bergantian.

"Oh... mami liat instastory kamu, Aden katanya ulang tahun. Makanya mami ke sini, sekalian ngasih kejutan."

Kejutan. Ya, Ibu Veronica tidak sedang berbohong. Kehadirannya yang tiba-tiba memang benar-benar membuat Pandu dan Aden sangat terkejut. Hampir saja membuat jantung mereka berdua loncat dari tempatnya, lantaran saking terkejutnya.

Ibu Veronica mengalihkan pandangannya ke arah Aden, seraya berkata. "Bener Den, kamu ulang tahun?"

Aden tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. "Iya bu."

"Kalau gitu selamat ulang tahun ya, makin dewasa, doa ibu semoga apa yang kamu cita-citakan dapat tercapai."

"Aamiin, teriama kasih bu," jawab Aden.

Mata Pandu menyipit, ia menatap ibu Veronica dengan tatapan heran, tidak biasanya ia melihat ibunya bersikap ramah sama teman-temannya. "Tumben mami care sama temen Pandu? Biasanya mami nggak pernah peduli."

Pertanyaan Pandu membuat ibu Veronica gugup, "oh... ya peduli dong, Aden kan temen satu kos sama kamu, pasti kamu udah banyak ngerepotin dia. Makanya mami spesial dateng ke sini." Kilah ibu Veronica. "Sebenarnya mami mau kasih kejutannya sama kamu." Lanjut ibu Veronica mengalihkan pembicaraan.

"Kejutan apa??" Tanya Pandu heran. Ia langsung tidak memikirkan sikap ramah ibu Veronica kepada Aden.

"Papi kamu nanti malam pulang dari luar negeri, nanti malam kamu tidur di rumah aja ya. Ajak Aden juga boleh."

CASM {Mamang Cilok}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang