Cilok dua puluh lima

11K 977 180
                                        

Special just for u Aden, from Pandu.
Hanya Ingin Kau Tahu
By
Repvblik

~selamat membaca~

Gue tau lu cowok, gue juga tau gue cowok, tapi kalo hati gue udah bilang sayang sama elu, gue bisa apa?


Pandu menutup dengan membanting pintu kosan setelah ia dan Aden sudah berada di dalamnya. Hentakan pintu yang sangat kuat, menimbulkan suara dan membuat pintu sedikit terpental dan tidak tertutup rapat.

Hal itu tentu saja membuat Aden terkejut dan semakin tidak mengerti dengan perubahan drastis sikap Pandu.

Emosi Pandu memang semakin bertambah, setelah ia membuka pintu mobil Desma, lalu mendapati gadis itu sedang meremas telapak tangan Aden dan hendak mencium bibirnya.

Namun ciuman itu tidak sampai terjadi. Desma dan Aden terkejut karena Pandu langsung membuka pintu mobil tanpa megetuknya terlebih dahulu. Lalu setelah melihat adegan hampir ciuman, Pandu langsung berjalan cepat meninggalkan Aden dan Desma.

Dalam hitungan detik Aden juga langsung keluar dari mobil untuk mengejar Pandu.

Sementara Desma hanya bengong memandang adegan saling kejar antara Pandu dan Aden, sambil menggigit bibir bawahnya yang gagal mencium bersentuhan dengan bibir Aden.

Lalu karena emosi, Pandu meminta agar ia yang mengendari motor. Aden hanya pasrah, memberikan kunci motornya kepada Pandu. Keduanya lantas meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi, meninggalkan Desma tanpa berpamitan.


Pandu tidak dapat terbendung, sampai keduanya sudah tiba di tempat kos mereka.

"Pandu, sebenarnya kamu kenapa sih?" Tanya Aden dengan nada pelan. Ia sedang berusaha meredahkan emosinya. "Apa aku punya salah? Ngomong dong."

Setelah meletakan tas di atas meja, Pandu berjalan mendekati Aden. Wajahnya masih terlihat merah. "Lu nggak ngerti!" Ketus Pandu setelah ia sudah berada tepat di hadapan Aden.

"Iya makanya jelasin dong biar akunya ngerti, kalau kaya gini aku bingung." Aden masih berbicara dengan nada pelan meskipun Pandu terlihat jutek.

"Gue kan udah bilang, lu jangan deket-deket sama Lukman. Tapi apa? Lu malah makin deket sama dia." Pandu mengatur napasnya sebelum meluapkan kembali segala emosinya. "Trus tadi di mobil apa? Lu mau cium Desma?" Imbuh Pandu sambil melebarkan bola matanya menatap Aden.

Di luar kosan, ibu Veronica membatalkan niatnya yang akan mendorong pintu saat wanita itu mendengar Pandu berbicara dengan nada tinggi. Ibu Veronica terkejut, kemudian dengan sigap ia merapatkan tubuhnya di balik tembok sambil mengintip dari cela pintu yang sedikit terbuka. Ibu Veronica penasaran, ia ingin apa yang sebenarnya sudah terjadi.

Untung saja kosan sedang sepi, sehingga tidak ada yang mendengar kegaduhan mereka, selain ibu Veronica yang tidak diketahui keberadaanya oleh Pandu dan Aden.

"Aku nggak ngapa-ngapain sama Desma," jelas Aden. "Desma yang mau nyium, aku," beritahu Aden dengan polos.

"Halah tapi lu pasrah, Desma pegang-pegang lu, lu ke enakan kan? Lu juga pasti bakal nyium dia kalau nggak gue buka pintu mobilnya!" Sergah Pandu dengan nada tinggi dan dadanya yang naik turun.

CASM {Mamang Cilok}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang