Capter 32

682 47 6
                                        

Untuk pertama kalinya, aku tidak suka senja. Dia membawamu pergi, dan tidak mengembalikanmu.

-Reinaelatta

•••

"BAJU yang mana sih?” Reina membongkar seisi lemari, mencari baju yang terbaik.

“Rein, ini sudah 2 jam loh kamu pilih baju.” Ucap Anya yang sedang duduk di dekat jendela melihat ke langit.

“Lo tahu kan Nya? hari ini, adalah hari yang paling gue nanti-nanti selama setahun ini.” Cemooh Reina sambil melihati bajunya satu demi satu.

“Lo yakin dia bakal datang?” Tanya Anya.

“Anyaaa, Devano sudah berjanji akan menemui gue di hari ini. Jadi gue harus telihat cantik untuk menyambut dia datang.” ujar Reina dengan memegang dua baju di tangannya.

“Pacar juga bukan.” Umpat Anya sambil memutar bola matanya malas.

“Maka dari itu, hari ini Devano pasti akan nembak gue. Atau jangan-jangan dia akan melamar gue.” Ucap Reina dengan PDnya, tidak lepas wajahnya dari senyuman, “cantikan yang mana?” Reina memperlihatkan dua gaun yang di pegangnya kepada Anya.

“Gue suka yang biru.” Jawab Anya sambil menunjuk gaun di tangan kanan Reina.

“Tapi gue suka yang merah!” Ucap Reina dan membuang gaun biru yang dipilihkan Anya. Benar-benar kamar yang berantakan.

Anya menggeleng-gelengkan kepalanya, gadis di depannya begitu ribet, "Hmm, tadi di sekolah lo keren." ujar Anya sembari mengangkat jempolnya.

Reina menoleh sambil tersenyum, "Itu karena gue bersahabat dengan orang-orang baik."

"Selamat untuk kelulusannya semua." ujar Kepala sekolah saat pidato kelulusan di Aula. "Saya sebagai kepala sekolah sangat bangga!"

"Terutama, kepada Ananda Reina Elatta." Semua mata tertuju pada gadis di jajaran depan. "Nilainya benar-benar nyaris sempurna!"

Semua memberikan tepuk tangan kepada Reina.

"Reina, bisa maju ke depan?" Pinta kepala sekolah, gadis itu mengulum senyumnya. Lalu maju ke depan.

Menyalimi satu persatu guru yang berdiri, lalu kepala sekolah. "Bisakah nanda Reina, beri sedikit tips kepada teman-teman lainnya, bagaimana cara belajar versi Reina Elatta?"

Gadis itu mengagguk, kemudian mengambil alih microfon.

"Terima kasih, terima kasih banyak kepada seluruh guru dan teman-teman." Gadis itu tersenyum, "mungkin kalian juga tahu? bahwa awalnya, seorang Reina Elatta yang berdiri disini tidak lain adalah gadis pemalas, bodoh, dan pemilik nilai merah terbanyak diantara murid lainnya." Mendengar itu, murid lainnya terkekeh.

"Reina yang berdiri disini, dulunya adalah Reina yang selalu terlambat ke sekolah, Reina yang selalu memanjat pagar belakang sekolahan. Setiap minggu orang tua Reina di surati untuk datang, karena ulah Reina," matanya mulai berkaca-kaca, "hingga suatu hari, Reina menemukan alasan yang membuat Reina harus berubah." terbayang pertama kalinya, dia melihat Devano dari balik jendela.

"Reina berusaha, berusaha dan terus berusaha mengubah kebiasaan buruk Reina. Awalnya, itu tidak mudah. Tapi karena terus mendapat support dari orang terdekat, sahabat, orang tua. Reina bisa!" Murid-murid terharu mendengarnya, "yang Reina tanamkan dari diri Reina adalah, biasakanlah berbuat baik, hingga kebiasaan baik itu membentuk hidupmu menjadi lebih baik." Gadis itu tersenyum.

JANJI DI TEPI SENJA  (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang