Oleh-oleh Ayah!

137 5 1
                                    

"Makin kesini makin nyaman gue sama lo, boleh ya gue duduk disini? "

-----

Typo berlalu lalang💋

-----

Kringggg!

Akhirnya setelah hampir sepekan menyelesaikan ulangan kenaikannya Rara lega. Begitupun dengan yang lainnya.

"Nggak kerasa ya Sa,kita udah mau kelas 12 aja, " ucap Rara sembari membereskan alat tulisnya untuk pulang.

"Iyaa ah jadi nggak sabar naik kelas! Ah iya Ra, mumpung kita free abis ulangan, ke mall kuy! Suntuk nih kalo free gini di rumah, " ajak Sasa.

"Iya juga ya, tumben banget lo Sa, " timpa Rara.

"Nanti ya? Gue jemput deh, "

"Okeyy, kalo gitu gue duluan yaa bebebb acuhh, ayah acuh udach nungguh" pamit Rara manjahh tak lupa ia juga melirik Gara yang tengah mengotak atik ponselnya. Ia tersenyum karena merasa sikap Gara sudah berubah.

Flashback on!
"Selamat pagi pak bandu, " sapa Gara ranah senyum saat berjalan menuju kelas dan berpapasan dengan pak Bandu.

"Pagi, kamu sehat Gara? " balas Pak Bandu.

"Lah, bapak ngatain saya gila? "

"eh eh bukan gitu, yasudah abaikan. Sana masuk keburu bel, " suruh pak Bandu.

"Siyapp bapak negara" jawab Gara dengan meletakkan tangannya dudepan dahi memperagakan sikap hormat.

Ada lagi..

"Mbak Ru pesen soto ya 4, jangan kemanisan, manisnya udah nempel di mbak Ru, " ujar Gara saat memesan makanan dikantin.

"Ada ada saja kamu Gara," balas Mbak Ru.

"Maklumin ya mbak Ru, Roh Gara udah balik. Jadi ya gini deh otaknya juga agak kebalik, " sahut Kibo.

"Setan lo, " balas Gara.

Lagi...

"Gara! " panggil Yona.

Langkah Gara terhenti, ia berbalik.

"Iya yon? Apaan? " tanya Gara dengan wajah yang santuy

"Gue mau minta nomor wa lo, boleh? " pinta Yona.

"Boleh kok. Siniin hp lo ," balas Gara.

Yona yang melihat itu sempat tak percaya, ia pikir Gara akan menolak memberikan nomornya. Dugaannya terbalik. Tak apalah gue seneng! -batin Yona kegeeran.

"Noh udah, "

"Makasih ya Gar, kalo gitu gue duluan kalo gue chat bales ya, " ucap Yona.

"Insyallah ughtea" balas Gara dengan senyuman.

Dan masih banyak lagi perubahan Gara.

Flashback off!

"Jijik goblok, " celetuk Sasa dengan kekehannya.

"Hati hati Ra! " Gara berteriak, membuat Rara, Sasa begitupun Ryan menatap ke arahnya.

"Siyapp pak bos, " balas Rara sembari berpose seperti tentara yang tengah hormat kepada komandannya.

"Ekhem, " sahut Ryan.

L I M I T✔ [on going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang