-aku akan menjadi perisaimu, dan mengurungmu dalam kuasaku- kth
-jangan tanyakan tentang hatiku, karena hatiku telah hilang tanpa aku sadari- ksh
-aku memujamu seperti seorang hamba yang tunduk pada tuanya - jjk
Start : 11 Juli 2019
End : 15 Juli...
-Aku benci saat kau memandangku dengan pandangan yang tak ku harapkan-
^ksh^
______________________________________
Kim sohyun,
Berjalan dengan langkah kaki tergesa menyusuri lorong rumah sakit, sementara jungkook hanya mengantar saja tidak ikut masuk kedalam rumah sakit karena sohyun beralasan bahwa ada operasi dadakan sehingga jungkook tidak perlu ikut. Jungkook pun menyetujui dengan syarat bahwa nanti sohyun akan menghubungi jungkook jika dia sudah selesai dengan operasinya.
"Oppa!!" -seru sohyun saat melihat sosok jimin yang berdiri di depan kamar pasien yang sohyun yakini sebagai kamar salah satu rekanya yang tertembak.
Jimin pun menoleh menatap sosok sohyun yang berjalan mendekat kearahnya. "Bagaimana keadaan jin he??" -tanya sohyun begitu dia bediri di depan jimin.
"Dokter sudah mengeluarkan pelurunya, dokter bilang keadaanya sudah stabil......" -sohyun menghembuskan nafasnya lega mendengar penuturan jimin. "........ kau bilang mereka mungkin hanya akan babak belur saja. Lalu ini apa??? Kenapa kau membiarkan taehyung menembak jin he??" -sudah dapat sohyun duga bahwa jimin akan marah dan berpikir bahwa taehyunglah yang menembak karena kejadian ini.
"Bukan taehyung yang melakukanya tapi orang lain dan sepertinya dia adalah seorang sniper" -jelas sohyun.
"MWO?!....." -jimin kaget mendengar penjelasan sohyun "......orang lain??? Sniper?? Nugu???" -sohyun mengangkat bahunya sebagai pertanda bahwa dia juga tidak tahu.
"Lalu.. apa maksudnya dengan menembak jin he??" -selidik jimin.
Sohyun menghela nafasnya kasar lalu mendudukan dirinya dibangku panjang yang berada tepat di depan ruang rawat jin he. "Mungkin saja ini peringatan" -duga sohyun.
Jimin mengikuti jejak sohyun dan mendudukan dirinya disamping sohyun. "Jadi menurutmu ini sebuah peringatan untukmu atau mungkin taehyung?!" -sohyun mengangguk mengiyakan.
Berbicara mengenai sniper membuat pikiran sohyun bergelayut mengingat percapakanya dengan jungkook tadi saat di mobil.
Justin seagul???
Sohyun tersenyum mendecih mengingat kebohongan yang jungkook ucapkan, tentu saja sohyun sangat tahu bahwa justin seagul hanyalah karangan kebohongan jungkook, karena sohyun tahu setiap jungkook berbohong telinga jungkook pasti akan merah, dan sohyun melihat telinga jungkook memerah saat dia menyebut nama justin seagul.
"Pimpinan ingin bertemu denganmu, dia sudah menunggumu di ruangamu" -sohyun menoleh kearah jimin. "Aku minta maaf oppa, karena aku semuanya jadi seperti ini" -ucap sohyun menyesal sebelum pergi menemui pimpinanya.
"Sudahlah.. tidak apa-apa lebih baik kau cepat pergi keruanganmu, pimpinan pasti sudah lama menunggu" -sekali lagi sohyun mengangguk lalu berjalan meninggalkan jimin menuju keruanganya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.