14

1.6K 219 15
                                        

"Apapun yang terjadi nanti sayang, aku ingin kau mengingat satu hal ini...." -sekali lagi jungkook melumat bibir sohyun. "Aku mencintaimu" -ucap jungkook serak lalu keluar dari mobilnya.

Sesaat otak sohyun seakan kosong dan tidak memahami ucapan yang baru saja jungkook ucapkan. Sebenarnya apa maksud ucapan jungkook, kenapa ucapanya barusan terasa seperti ucapan perpisahan. Batin sohyun.

___________________

Jungkook keluar dari mobilnya dan terlihat dengan jelas beberapa pria berbadan besar dan berjas rapi mengerubung mobilnya, sesaat dia menghela nafasnya sesaat. "Apa yang kalian inginkan??" -tanya jungkook lantang.

Salah seorang pria berjas tersenyum miring sebelum akhirnya menjawab. "Wanitamu!" -tangan jungkook seketika mengepal dan amarah mulai menyelimuti dirinya, sementara sohyun yang baru saja menghubungi jisung akhirnya mengikuti jungkook untuk keluar dari mobil.

"Sayang!! Apa yang kau lakukan??!!" -tanya jungkook panik saat melihat sohyun yang keluar dari mobil. "Membantumu tentu saja!! Lagipula aku ingin praktek pelajaran taekwondo yang kau ajarkan" -jawab sohyun santai.

"Bagaimana kalau kita buat ini jadi mudah!! Serahkan wanita itu lalu kau bisa pergi dengan tenang" -ujar pria berjas yang tersenyum miring tadi. Jungkook mendecih dan tentu saja sekali lagi kalimat dari pria berjas itu memancing emosinya. "Jangan harap" -sahut jungkook dingin

Baku hantampun tidak dapat terelakan, jujur saja baik sohyun dan jungkook sedikit kewalahan apalagi fokus jungkook menjadi terpecah karena dia takut sohyun_nya kenapa-napa. Sohyun sendiri berhasil menjatuhkan beberapa lawanya hingga.

Sreet...

Salah seorang pria berjas itu berhasil menggores lengan sohyun menggunakan pisau lipat yang dibawanya. "Akkhhhh..." -pekikan sohyun membuat fokus jungkook semakin pecah, dan tanpa sengaja...

Klek..

Mata jungkook langsung menatap tajam salah satu orang dari komplotan pria berjas itu mengarahkan pistol pada sohyun. Sohyun yang sibuk dengan praktek taekwondonya sama sekali tidak menyadari bahwa tidak jauh dari tempat dia berdiri ada seseorang yang mengarahkan senjata padanya. "SOHYUN!!" -teriak jungkook lantang sambil berlari kearah sohyun secepat mungkin dan....

Dor...

Satu peluru terlepas dari pistol itu, sohyun terperanjat kaget dia menoleh kebelakang dan...

Brukkk...

Sohyun jatuh terduduk di lantai dengan tatapan kosong, otaknya seakan berjalan lambat mencerna apa yang baru saja terjadi.

"Kau tidak apa-apa???" -tanya jungkook yang mengerang menahan sakit, iya.... Jungkook tertembak dia menghalau peluru itu dengan tubuhnya, jungkook terbaring dalam pangkuan sohyun dengan darah kental yang keluar dari dada jungkook. "Jung.... jungk..jungkook ka..ka..kau" -sohyun berucap terbata, airmatanya bahkan sudah mulai keluar tanpa di komando.

"BOS.... NONA" -teriakan jisung menggema di area parkir basement itu. Jisung berlari menghampiri jungkook dan sohyun beserta anak buahnya.

"Kita pergi!!" -ucap salah satu pria berjas memerintah kepada temanya yang lain.

"Akh.." -rintihan jungkook membuat sohyun semakin panik... satu tangan sohyun menahan kepala jungkook sementara tangan satunya menutup luka tembak jungkook yang terus keluar. "Jungkook bertahanlah.. kumohon bertahanlah" -racau sohyun sambil menangis.

Sedangkan jungkook malah tersenyum sambil menahan sakit di dadanya. "Aku senang kau khawatir padaku" -lirih jungkook.

"Joen jungkook.. Jangan bercanda!! ini bukan saat yang tepat"-gerutu sohyun yang masih setia menangis.

______________________

Kim taehyung,

Pria itu terkejut saat baru saja menginjakan kakinya di apartemenya sendiri. Sedangkan minhyuk dan hoseok a.k.a J sibuk berteriak-teriak sambil sesekali meniup terompet. "Ada apa ini??" -tanya taehyung tak paham saat melihat kelakuan kedua temanya yang sepertinya mengalami gejala kegilaan.

Minhyuk dan J tidak menjawab pertanyaan taehyung, mereka hanya tertawa nyengir lalu memeluk taehyung erat. "Selamat datang hyeong" -gumam minhyuk. Taehyung menggerakan tubuhnya berusaha melepaskan diri dari pelukan J dan minhyuk. "Sebenarnya ada apa ini???" -tanya taehyung sekali lagi setelah lepas dari pelukan J dan minhyuk.

"Surprise!!" -teriak minhyuk dan J bersemangat. Sedangakan taehyung hanya menatap datar dan malas pada kedua orang  itu. "Jadi hyeong menyuruhku cepat-cepat pulang hanya untuk ini??" - J mengangguk. "Tapi minhyuk yang menyuruhku" -ucap J melemparkan kesalahannya pada minhyuk.

Minhyuk langsung melotot mendengar ucapan J yang benar saja bagaimana bisa J menyalahkanya padahal jelas-jelas ini adalah ide dari J, taehyung yang mendengar ucapan J langsung saja menatap minhyuk tajam.

Minhyuk mengeleng-gelengkan kepalanya saat matanya bertemu dengan mata tajam taehyung. "Jadi kenapa tiba-tiba kalian membuat surprise??" -tanya taehyung melunak, bagaimanapun dia tidak bisa marah pada J dan minhyuk karena dia tahu bahwa niat J dan minhyuk itu baik. "Tentu saja menyambut kedatanganmu, awalnya aku pikir kau akan langsung pulang tapi kau malah menemui dokter itu dulu" -keluh J.

Taehyung hanya menghela nafasnya kasar sementara minhyuk berpikir apa maksudnya dokter itu adalah kim sohyun, dokter cantik yang dia temui di rumah sakit saat itu batin minhyuk.

____________________________

Jeon jungkook,

Terbaring diruang UGD dan dikerumuni oleh beberapa dokter dan suster sedangkan sohyun hanya berdiri tidak jauh dari tempat jungkook terbaring. Dengan jelas sohyun dapat melihat detik-detik dimana jungkook sedang berjuang diantara hidup dan mati. Tangan sohyun gematar dan terdapat bercak merah pada tangan, baju dan wajah sohyun belum lagi darahnya yang terus keluar dari lengannya.

Pada awalnya sohyun yang menangani jungkook namun sepertinya sohyun sulit fokus, jujur ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang rela mengorbankan nyawa demi dia. Jungkook memang sering mengatakan bahwa demi sohyun jungkook rela melakukan apapun bahkan nyawa sekalipun tapi sohyun sama sekali tidak pernah menanggapi dengan serius ucapan jungkook itu. "Semuanya sudah stabil, kita bawa pasien ke ruang operasi" -ucap salah seorang dokter disana.

"Dokter kim, tenanglah semua pasti baik-baik saja" -ucap dokter yang memberi perintah operasi.

Masih dengan pakaian yang penuh dengan noda darah luka pada lenganya yang belum di obati, sohyun berdiri didepan ruangan operasi bersama dengan jisung dan anak buahnya, perasaan sohyun sangat kalut dan untuk pertama kali dalam hidupnya sohyun merasa ketakutan cukup sekali sohyun merasa kehilangan dan sohyun tidak mau merasakanya lagi.

"Hyun!!" -panggil seokjin menghampiri sohyun. Seokjin begitu kaget saat mendengar cerita dari beberapa suster yang menceritakan tentang kejadian yang sohyun alami di area parkir basement rumah sakit, hingga seokjin dengan segera berlari menghampiri sohyun.

Sohyun menoleh keasal suaranya dan mendapati sosok seokjin berjalan dengan tergesa ke arahnya. "Kau tidak apa-apa??? Ada yang luka??? Kau sudah diperiksa?? Kenapa bajumu penuh dengan darah???" -cerca seokjin panik karena melihat kondisi sohyun. Sohyun hanya diam dan memadang seokjin dia tidak menjawab apapun.

Saat seokjin menatap balik mata sohyun dia seakan terlempar pada kejadian tujuh tahun yang lalu, sekali lagi seokjin harus melihat tatapan mata itu lagi, tatapan mata sohyun yang penuh dengan ketakutan. "Jung... jungkook terluka karena aku" -satu kalimat yang sohyun ucapakan dengan sedikit terbata membuat seokjin paham kenapa sohyun jadi seperti ini. "Tenanglah.. semua pasti baik-baik saja" -ucap seokjin dan menarik sohyun dalam pelukanya.

Sedangkan jisung dan anak buahnya yang melihat adegan berpelukan antara sohyun dan seokjin memilih untuk membuang muka mereka dan bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa. "Bos pasti marah kalau melihat hal ini" -gumam jisung.

__________________

Tbc

Maafkan daku yang lama update...

Comment buat ini chap... Wajib!!!!

Kalian ada requestan gak buat ini cerita???

Typo bertebaran maklumin aja.

Kill Me Or Love MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang