Jeon jungkook pov
Aku ingat saat itu aku masih sangat muda umurku bahkan masih belasan dan saat itu noona, wanita cantik yang dibawa pulang oleh wonwoo hyeong, wanita cantik yang memberiku sesuatu yang tidak pernah aku dapatkan seumur hidupku yaitu kasih sayang seorang ibu. Wanita yang aku panggil noona itu menunjukan padaku selembar foto. Foto adik perempuanya yang katanya tinggal diluar negeri.
"Noona... apa benar ini adikmu??? Dia sangat cantik sekali!" -celotehku saat melihat foto adik noona yang begitu cantik.
Noona tersenyum lembut. "Kau benar jungkook-aa... sohyun memang cantik" -timpal noona.
"Sohyun???" -noona mengangguk. "Nama adiku adalah Kim Sohyun"
Hanya dengan melihat fotonya serta mendengar namanya saja sudah membuat jantungku berdegup keras dan bahagia, jika hal ini bisa dikatakan jatuh cinta maka iya__ saat itu aku jatuh cinta pada adik noona. Kim Sohyun.
.
.
.
.
.
.
Sudah hampir dua jam aku duduk dibangku taman rumah sakit tempat sohyun dirawat, semenjak pertengkaran kami siang tadi aku belum bertemu sohyun lagi karena jujur saja aku sangat tidak suka saat sohyun mengatakan lebih baik dia mati daripada harus menerima bantuan kim seokjin yang tidak lain adalah kakak sohyun dan bisa disebut juga kakak dari_____hyunji noona.
Ah... bicara soal pria bernama kim seokjin, aku merasa sedikit aneh karena hyunji noona tidak pernah menceritakanya padaku padahal dia selalu bercerita tentang sohyun, bukankah ini sangat aneh?!
Berkali-kali aku menghembuskan nafasku kasar, apalagi saat mengingat ucapan wonwoo hyeong tadi.
"Jika kau ingin sohyun selamat dan terbebas dari bahaya.. nikahi saja dia secepatnya"
Sebenarnya apa maksud ucapan hyeong tadi???Jadi tadi siang saat aku meninggalkan sohyun dalam keadaan marah, aku memilih pergi ke apartemen kakakku jeon wonwoo dan menceritakan masalah yang menimpaku padanya dan solusi yang ku dapat adalah dia menyuruhku segera menikahi sohyun, entah atas dasar apa?!
Sebenarnya, Sungguh aku pribadi sangat ingin segera menikahi sohyun, hidup berdua denganya dan memiliki anak-anak yang lucu, namun entah kenapa sohyun selalu menolak dengan berbagai alasan rasional yang dia ajukan, dan kalian tahu kan kelemahanku. Aku tidak bisa menolak keinginan sohyun. Bucin_nya diriku!!
Aku melirik jam tanganku yang melingkar di pergelangan tanganku, sudah tengah malam ternyata, pantas saja aku digigiti nyamuk ditaman ini. Aku pun beranjak dari duduku dan melangkahkan kakiku menuju ke ruang inap sohyun. Mungkin sekarang dia sudah terlelap.
Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang nampak sedikit temaram dan juga lengang, tepat didepan kamar sohyun aku melihat jisung yang sedang tertidur dengan mulut terbuka. Dia benar-benar menjaga sohyun sepertinya.
Aku sengaja menyenggol kakinya agar dia terbangun, diapun sedikit tersentak dan kaget. "Bos!" -ucapnya kaget. Aku tersenyum tipis dan mengambil duduk tepat disebelah jisung.
"Ada apa bos?? Kau terlihat sangat kacau?!" -aku melirik kearah jisung dengan datar.
"Kau pasti sudah dengar, jangan pura-pura tidak tahu" -ketusku sinis. Jisung terkekeh mendengar kesinisanku. "Sialan!! Apa kau sedang menertawakanku" -jisung menggeleng.
"Pasti ada alasan kenapa nona sohyun bersikap seperti itu, jadi bos harus bersabar" -nasihat jisung.
"Alasan?!" -gumamku.
"Beri saja nona sohyun waktu, dia pasti akan mengatakan alasanya" -aku mendengus mendengar penuturan jisung, dia menasehatiku seolah-olah dia sudah paham betul jatuh- bangunya, galau- senangnya dunia percintaan. Padahal aku yakin jisung belum pernah merasakan apa itu namanya jatuh cinta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kill Me Or Love Me
Fanfiction-aku akan menjadi perisaimu, dan mengurungmu dalam kuasaku- kth -jangan tanyakan tentang hatiku, karena hatiku telah hilang tanpa aku sadari- ksh -aku memujamu seperti seorang hamba yang tunduk pada tuanya - jjk Start : 11 Juli 2019 End : 15 Juli...
