Pencet tombol bintangnya ya biar dapet pahala. Wkwkwkwk
***
Shea bolos pelajaran karena saat dia akan memasuki ruang kelas, di dalam sudah ada Bu Rini. Jadi, daripada Shea mendapatkan ocehan dari guru itu mending ia bolos ke kantin.
“Aduh... Baunya masih ada lagi. Gimana nih?” Kala Shea mencium lengan baju seragamnya.
“Eh, curut... Lo kok masih suka bolos pelajaran sih.”
Tiba-tiba kursi di sampingnya di duduki seseorang.
“Emang gue punya niat bolos apa? Ya gak mau lah.” Sangkal Shea.
“Lah terus? Lo gak takut dimarahi Nathan apa kalo ketahuan bolos. Iya dulu fine-fine aja kalo lo mau bolos. Lah sekarang udah ada Nathan. Lo mau bikin dia marah?”
“Lo sendiri ngapain kesini?” tanya Shea penasaran karena Fina tiba-tiba nongol tanpa ia panggil.
“Gue cariin elo bego. Gue kira lo ilang di culik hantu atau lo ena-ena sama Nathan. Taunya disini merenung sepi sendiri.” Jawab Fina asal menjeplak saja dari mulutnya.
“Ena-ena pala lo. Otak lo udah siwer Fin.” Dorong Shea pada bahu Fina.
“Terus bisa keluar kelas, gimana caranya? Ijin ke WC?” tebak Shea tepat sasaran yang kemudian di angguki Fina seadanya.
“Bau apa nih? Busuk banget.” Ujar Fina, mencoba mencari bau yang menyengat di sekitarnya.
“Ya ini. gara-gara tadi pas mau masuk gedung sekolah, gue di lempar telur busuk dari atas. Dan naasnya gue gak tahu itu orang siapa. Pas gue kejar, eh malah ilang.” Tunjuk Shea pada lengan baju seragamnya yang masih terlihat samar-samar berwarna kuning kecoklatan.
“Gila. Pasti Jessica! Tuh orang emang iri dengkinya tinggi banget ya! Minta di kubur hidup-hidup emang.” Sontak Fina tak terima saat melihat bekas itu di lengan seragam Shea.
“Tapi kok perasaan gue bukan dia ya?” Ujar Shea bertepatan dengan bel pulang sekolah berbunyi nyaring.
“Jelas-jelas dia yang selalu kibarin bendera perang ke elo. Gue gak terima, pokoknya pulang sekolah ini, dia harus—“
“Fin... tuh udah bel. Ayo pulang, lo jangan aneh-aneh ya.”
Shea menggeret lengan Fina agar berdiri dari duduknya dan menuju ke kelas untuk mengambil tas mereka.
***
Shea berhasil menghalau Fina yang akan melancarkan aksinya terhadap jesicca. Dia tidak boleh gegabah dengan apa yang barusan ia alami tadi, karena firasatnya mengatakan bahwa orang yang melempar telur busuk itu bukan jessica.
Dia ingat betul dengan penampilan jessica, cewek itu tak pernah memakai gelang bertali warna biru. Ahh, tapi siapa yang tahu juga. Bisa saja jessica menyuruh orang suruhannya.
Mencoba berfikir positif, Sekarang ini ia telah berada di depan gerbang sekolah setelah berusaha keras menyeret Fina dan kedua temannya untuk pulang supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan kalau-kalau ia berpapasan dengan jessica.
‘Gak mungkin aku berpenampilan kayak gini di depan Nathan. Bisa-bisa dia curiga kalau ngecium bau telur busuk ini. Aku harus bikin alibi pulang duluan sebelum ketahuan Nathan.’ Batin Shea, dengan mata fokus mencari keberadaan Nathan.
Matanya yang masih fokus mencari keberadaan kekasihnya, tiba-tiba melihat taksi yang berhenti karena panggilan salah satu siswa yang berada di pinggir trotoar. Dengan secepat kilat, Shea berlari dan masuk ke dalam taksi itu sebelum sang empunya masuk duluan.

KAMU SEDANG MEMBACA
VILAIN
Teen FictionANTI 21+! Gak ada adegan dewasanya! Cerita ini berlaku untuk semua kalangan. Shea adalah cewek bar-bar dan tukang bikin masalah dengan segudang masalah. Tapi karena salah satu masalahnya, tanpa sengaja dia mengenal seorang lelaki tampan di sekolahny...