Jangan pura pura lupa, VOTE agar sama sama nyaman, anda vote author lanjut 😌
Untuk menghargai author sebaiknya dibiasakan sejak dini. VOTE sebelum membaca.
Terimakasih ☺️
||||||||||||||||||||||
|||||||||||||||
|||||||
By : avrG
°
°
°
***
15 tahun yang lalu…
-Gimhae, Busan-
“Apa kau sudah memanggilnya?” gadis kecil berpipi tembam menginstruksi teman-temannya. Ia terlihat seperti pemimpin kelompok geng penyiksa padahal wajahnya sangatlah menggemaskan.
“Sudah.. dia sebenatar lagi datang, kalian bersiap-siap..” pria kecil disebelahnya berucap lantang.
“Kau letakkan dimana kotaknya?” tanya gadis kecil berpipi tembam pada anak lain dibelakangnya.
“Disana.. di pojok sana..” gadis kecil bergigi geripis menujuk sebuah kotak kayu disudut ruangan.
“Dia datang.. dia datang..” teriak pria kecil berbadan gempal lari masuk kedalam ruangan, ia lalu memposisikan diri disebelah teman-temannya.
Lili kecil datang dengan senyuman lebarnya, teman-temannya memanggil untuk bermain bersama, mereka menunggu disebuah rumah tua usang yang tak lagi digunakan. Ini adalah tempat bermain atau markas bermain mereka.
“Kalian sudah menungguku dari tadi? Mian karena aku tadi harus membantu eonni menyapu halaman rumah terlebih dulu..” Lili kecil menyapa ramah dan meminta maaf kepada teman-temannya.
Ia berjalan mendekati teman-temannya, namun beberapa temannya berjalan mundur dengan wajah sinis menatapnya. Hanya satu gadis kecil berpipi tembam yang masih berdiri didepannya. Lili kecil tak memusingkannya, ia berpikir pasti temannya kesal karena ia datang terlambat.
“Ne.. ne gwenchana… kita belum mulai bermain karena menunggumu..” ujar gadis kecil berpipi tembam tersenyum miring penuh arti.
“Jadi.. hari ini kita akan bermain apa ?” tanya Lili kecil pada teman-temannya.
“Permainannya seperti petak umpet, bedanya yang jaga bukan menghitung di dinding, tapi harus masuk kedalam perkakas kotak kayu yang ada disana” gadis kecil berpipi tembam menunjuk pada perkakas kotak kayu disudut ruangan, “Setelah hitungan kesepuluh baru boleh keluar dan mencari yang lain, otte?” tambahnya lagi.
“Itu seru sekali, kapan kita akan mulai? Aku sudah tidak sabar.” Lili kecil mengatupkan tangan didepan dada dengan semangat, ini adalah permainan baru yang belum pernah mereka coba. Ia tak sabar ingin memainkannya.
“Sekarang.. dan kau yang pertama berjaga karena kau datang terlambat..” gadis kecil berpipi tembam menunjuk Lili kecil untuk bersiap berjaga di dekat kotak kayu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Turn On, Lalisa
FanfictionFollow for 🔓🔓🔓 maaf di private. Lisa seorang Pemanah Nasional Korea, begitu dipuja dengan segala hal yang ada pada dirinya. Namun siapa sangka bahwa ia memiliki cerita masa lalu yang kelam, kejam dan menyedihkan. Trauma masa lalu membuatnya mend...
