Jangan pura pura lupa, VOTE agar sama sama nyaman, anda vote author lanjut 😌
Vote dan komen hukumnya WAJIB. Setidaknya berikan apresiasi terhadap tulisan yang author buat..
Sungguh... Merangkai kata agar bisa dinikmati sangatlah tidak mudah..
Untuk menghargai para author sebaiknya dibiasakan sejak dini. VOTE sebelum membaca.
Terimakasih ☺️
||||||||||||||||||||||
|||||||||||||||
|||||||
By : avrG
°
°
°
***
-Itaewon, Seoul-
Universitas Sungkyunkwan memang besar, terbukti dengan rasa lelah yang didapat karena berjalan dari halte bus menuju asrama yang berada di dalam bagian kampus. Ya.. jika ini Jennie pasti wanita bermata kucing itu sudah menggerutu tanpa habis.
Berbeda dengan Lisa, ia berjalan cukup santai dan tenang. Baginya menikmati jalanan dengan berjalan kaki lebih menyenangkan. Perjalanan Mapo-gu ke Itaewon cukup jauh, ia harus duduk lama didalam bus sendirian. Membuat otot-otonya terasa kaku dan kakinya cukup pegal, sehingga bagi si wanita pecinta panah ini, berjalan dari halte bus menuju asrama Sungkyunkwan adalah bentuk peregangan sederhana yang tengah ia lakukan.
Lisa melangkahkan kaki dengan antusias, di tangannya memebawa 2 kantung makanan yang ia siapkan untuk seseorang. Siapa lagi jika bukan untuk Jennie, si wanita bermata kucing. Jennie saat ini tengah menjalani pelatihan, dan tim senam memilih Universitas Sungkyunkwan sebagai tempatnya.
Tas busur masih jelas menggantung dibahunya, udara dingin serta salju tipis menemani langkahnya menuju asrama pelatihan. Ia benar-benar sudah tidak sabar bertemu dengan Jennie. Sudah 3 hari mereka tidak bertemu dan Lisa memilih untuk langsung menemuinya di Itaewon setelah selesai dengan latihan memanah.
"Lalisa?"
Tak jauh dari pintu masuk asrama terdengar suara memanggil, Lisa dengan cepat berbalik dan tersenyum ramah.
"Annyeonghaseyo Jisoo eonni.." ucap Lisa ketika melihat wanita yang memanggilnya ada Kim Jisoo. Lisa menghentikan langkahnya, menunggu Jisoo yang berjalan menghampirinya.
"Apa yang kau lakukan disini? Kau ingin menemui Jennie?" Jisoo berjalan semakin medekat dengan wajah terkejutnya, tak menyangka akan melihat Lisa disekitar kampus.
Lisa menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal diiringi dengan tawa singkat yang cukup canggung.. "Hehe iya, apa latihan hari ini sudah selesai eonni?" tanya Lisa ketika Jisoo kini sudah berdiri disebelahnya.
"Sudah, hanya briefing nanti sebelum tidur." jawab Jisoo dengan senyuman manis hingga bibir yang berbentuk hati itu tercipta jelas diwajah cantiknya.
Kini keduanya jalan beriringan menunuju pintu masuk yang hanya tinggal beberapa langkah. Jalanan masuk dari gerbang utama cukup remang karena tak cukup lampu yang menyinari. Sehingga dinginnya malam semakin terasa menyapa kulit wajah mereka yang tak tertutup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Turn On, Lalisa
Fiksi PenggemarFollow for 🔓🔓🔓 maaf di private. Lisa seorang Pemanah Nasional Korea, begitu dipuja dengan segala hal yang ada pada dirinya. Namun siapa sangka bahwa ia memiliki cerita masa lalu yang kelam, kejam dan menyedihkan. Trauma masa lalu membuatnya mend...
