Take Courage

28.6K 2.8K 742
                                        

Jangan pura pura lupa, VOTE agar sama sama nyaman, anda vote author lanjut 😳

Vote dan komen hukumnya WAJIB. Setidaknya berikan apresiasi terhadap tulisan yang author buat..

Sungguh... Merangkai kata agar bisa dinikmati sangatlah tidak mudah 😞

Untuk menghargai para author sebaiknya dibiasakan sejak dini. VOTE sebelum membaca.

Terimakasih ☺️

||||||||||||||||||||||








|||||||||||||||







|||||||


By : avrG

°
°
°




***





Tok..



Tok..



Tok..






Lalisa mengetuk pelan daun pintu berukuran besar setelah beberapa saat mematung didepannya. Wanita ini telah meneguhkan hatinya, ia hanya perlu menarik napas dan membuangnya pelahan-lahan.


Kini tangannya terjulur meraih gagang pintu dan memutarnya.


Seorang wanita menyambut kehadirannya dengan tersenyum lebar. Wanita cantik itu bahkan langsung bangkit dari bangku ketika Lisa mulai mendorong pintu dan masuk kedalam ruang kerjanya.


"Lama sekali tidak berkunjung ke rumah. Yiren Selalu menanyakanmu.."


Wanita cantik; Lee Eun Ju, melangkahkan kaki mendekati Lalisa yang tersenyum manis kepadanya. Eun Ju tak bisa menutupi kebahagiaannya melihat kedatangan Lisa, ia langsung memeluk dan mendekapnya hangat.


Lisa membalas pelukan dari Eun Ju. Perasaan hangat selalu menyelimuti hatinya ketika memeluk wanita ini. Bagi Lisa, wanita ini telah menjadi sosok pengganti ibu; Lalisa sangat menyayanginya. Lisa selalu bisa berlindung didalam pelukannya saat hari-hari dimasa kecilnya terasa sangat berat.


Eun Ju selalu datang dengan senyuman dan pelukan hangatnya. Hal yang tidak pernah Lisa dapatkan dari sang mommy tetapi Lisa temukan pada diri Eun Ju, eomma dari wanita yang begitu Lalisa cintai; Jennie.


"Persiapan untuk Olimpiade Pyeongchang benar-benar menyita waktu. Maafkan aku ahjumma.." tutur Lisa lembut masih memeluk erat tubuh Eun Ju. Sama seperti Jennie, Lisa selalu betah memeluk wanita dewasa ini lama-lama.


Eun Ju menguraikan dekapannya, manik mata indah milik Eun Ju menyusuri tiap sisi dari wajah Lisa. Sama seperti Lisa, Eun Ju juga telah menganggap wanita hazel ini sebagai putrinya; adik dari Jennie.


Cantik, dan menawan. Hal yang tidak bisa dibatah, Eun Ju selalu menyukai wajah damai penuh keceriaan yang tampak dari eloknya paras Lalisa. Itu selalu menenangkannya, ia tak pernah membedakan anak-anaknya dengan Lalisa.


Eun Ju mengusap pipi Lisa lembut penuh perasaan, perasaan seorang ibu yang membelai sang putri penuh kasih sayang. "Kau benar. Persiapan itu membuat ahjumma kewalahan hingga membuat gila kepala ini.." Eun Ju tertawa renyah diakhir kalimatnya.


Turn On, LalisaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang