"Eitsss mau kemana? Jangan pulang dulu. Ikut gue bentar ya." ucap Guanlin yang nahan tangan gue.
Lagi dan lagi Guanlin.
"Kemana?" tanya gue.
"Ke hati mu."
Bukan itu bukan Guanlin yang bilang tapi Jihoon.
"Hah?"
"Cie baper ya?"
"Ck! Apaan sih lo gaje" kata Guanlin ke Jihoon.
"Guanlin cemburu." bisik Daniel ke Baejin.
"Diem! Ganggu aja lo pada. Ini kapan gue mau ngomongnya bangsat?!"
"Santuy, Lin." kata Minhyun.
"Ini sebenarnya ada apa ya?" tanya gue.
"Lo jago masak kan? Ke rumah gue ya masakin buat gue. Gue gak di bolehin sama bonyok beli fast food." kata Guanlin.
"Modus lo."
"Eh kudaniel. Lo bisa diem gak sih?"
"Yah tapi kan Lin, gue sekarang-"
"Gue bayar lo deh."
"Bukan masalah bayaran, Lin. Tapi sekarang gue ada janji."
"Sama?" tanya Guanlin.
"Sama gue."
Tiba-tiba ada cowok yang datang dari belakang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pffftt lo ada janji sama si cupu? Ngapain woii! Ngakak gue." kata Guanlin.
"Bukan urusan lo." ucap Jeno itu.
Mereka berdua saling natap tajam.
"Hah...ya udah bawa sono si cupu. Bawa sesuka hati lo. Gue lagi gak butuh dia sekarang."
"Jaga omongan lo. Lo kata dia barang?"
"Wow. Lo kenapa sih? Kok lo tiba-tiba jadi belain si cupu?" tanya Daniel.
"Aneh tau gak, lo kan gak pernah pergi sama cewek." kata Minhyun.
"Betul tuh, deket sama cewek aja gak pernah." tambah Baejin.
"Masalah?" tanya cowok bernama Jeno itu.
"Udahlah, gue lagi malas adu bacot sama lo." kata Guanlin.
Guanlin pun mendekat ke arah gue dan ngebisikin sesuatu.
"Liat aja lo besok."
Habis itu Guanlin sama geng nya pun cabut dari pandangan gue dan Jeno.
"Lo gak dia apa-apain kan?"
"Oh nggak kok, Jen. Makasih ya."
"Jadi ke toko buku?" tanya Jeno.
KAMU SEDANG MEMBACA
B U L L Y
FanfictionKisah rumit Yena yang di hadapkan oleh dua pilihan. Terjepit di antara kehidupan si cowok brandal sekolah, Guanlin El Gibran Wijaya dan si cowok super cuek juga dingin, Jeno Aditya Albana Lee. Ada satu kisah yang terselip dari maksud Guanlin namun...
