Kisah rumit Yena yang di hadapkan oleh dua pilihan.
Terjepit di antara kehidupan si cowok brandal sekolah, Guanlin El Gibran Wijaya dan si cowok super cuek juga dingin, Jeno Aditya Albana Lee.
Ada satu kisah yang terselip dari maksud Guanlin namun...
"Wih mau kemana nih adeknya Bang Doyoung? Rapi banget." tanya Bang Doyoung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mau pergi, bang. Rapi dari mananya? Gue cuman pake hoodie sama jeans doang kok."
"Oh mau malam minggu? Ni anak mentang-mentang sekarang malam minggu per-"
"Siapa yang bilang pergi malam minggu? Gue mau ketemu teman karena ada yang mau di bicarain." protes gue.
"Yeee ni ajak ngeyel amat. Kalo yang namanya pergi di malam minggu tuh namanya malam mingguan. Lo pergi sama cowok apa cewek?"
"Ya...cowok."
"Nah kan. Itu namanya pergi malam mingguan, dek." kata Bang Doyoung.
"Bodo lah, mau malam minggu kek malam senin kek malam januari kek. Gak peduli!"
"Eh emangnya sama siapa lo pergi? Jangan bilang lo pergi sama tu anak tengil ya?"
"Anak tengil siapa, bang?!"
"Siapa namanya tuh yang waktu itu ngajakin lo ke rumahnya? Lin.. Lilin? Linlin? Siapa sih?"
"Guanlin."
"Nah iya itu noh. Mau pergi sama Guanlin kan lo?"
"Sok tau lo. Bukan."
"Lah trus sama siapa?"
Tok! Tok! Tok!
"Nah pas tuh orangnya datang."
Gue jalan ke pintu dan ngubukain pintu. Ngeliatin Jeno yang pake jeans hitam sama kemeja hitam. Bener yah cowok kalau pakai outfit hitam tuh aura nya langsung keluar. Jeno ganteng banget btw.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Masuk aja, Jen. Abang ada di dalem kok."
Jeno ngangguk dan ikutin gue dari belakang.
"Nih dia, bang."
"Lah bukan Guanlin?" tanya Bang Doyoung.
"Ini Jeno, bang. Dia yang punya mobil sport hitam waktu itu."