19

2.5K 271 16
                                        

"Yena."

Gue noleh sumber suara.

Ternyata yang manggil gue itu Renjun.

"Iya Njun kenapa?" tanya gue pelan.

Ya mau gimana lagi, sekarang lagi pelajarannya Bu Vera.

"Nih, dari Jeno." kata Renjun.

Renjun ngelempar kertas yang di jadiin bola kecil.

Gue buka tu kertas. Heran sih kenapa Jeno ngasih beginian ke gue. Kan bisa ngomong langsung.

Nanti malam aja ya gue bawain susu kotak sama wafer nya ke rumah lo.

Gue nengok ke Jeno dan dia lagi nyatat materi yang di terangkan Bu Vera.

Di pikir-pikir aneh aja gitu. Kenapa tiba-tiba Jeno batalin pergi nya buat jalan? Apa Jeno ada jadwal basket ya? Eh tapi kan kabarnya gak ada lomba.

Gue ngebalas pesan itu tapi bukan buat Jeno.

Isi nya tuh:

Sekarang ada jadwal latihan basket gak, Njun? Atau kalian ada janji sekarang?

Setelah itu gue ngelempar kertas itu ke Renjun.

"Buat lo, Njun." kata gue pelan.

Renjun pun ngebuka dan ngebaca isi surat gue. Trus dia respon dengan gelengan kepala.

Gue cuman ngangguk dan bilang oke.

"Lo kenapa sih gue perhatiin dari tadi sibuk aja sama Renjun?" tanya Hana yang berbisik ke gue.

"Jeno ngirim surat ke gue lewat Renjun. Jangan cemburu dong, mbak." kata gue.

"Ih siapa juga yang cemburu? Emang gue cewe Renjun apa?"

"Ih kode nih. Bilangin ke Renjun lah."

"Eh jangan."

"Jangan sok. Ntar palingan di tembak Renjun langsung terima. Iya kan?" gue ngegoda Hana.

"Ih belum tentu, Na." jawab Hana malu.

"Itu Hana sama Yena mau Ibu usir keluar kelas? Dari tadi ngobrol terus, kalian gak nyatat materi?"

Tiba-tiba Bu Vera negur kita berdua.

"Nyatat kok Bu. Tadi Yena nanya ke saya tentang materi nya. Dia nggak ngerti." kata Hana.

Pintar juga ya si Hana bohong.

"Yena, kalau kamu nggak ngerti tanya sama Ibu." ucap Bu Vera.

"Iya Bu."

.....

Gue sama Hana sekarang lagi di perpustakaan. Mau nyari buku soalnya dua hari lagi kita mau ujian.

"Han, bagusan yang ini apa yang ini?" tanya gue ke Hana sambil nunjukkin dua buku matematika.

"Lengkapan yang mana?"

"Gak tau. Tapi nanti di buku ini gak ada materinya dan di buku satunya lagi ada."

"Ya udah keduanya aja pinjam." kata Hana.

"Ya udah deh."

"Lo mau minjam buku apa lagi?" tanya Hana yang lagi jalan di koridor rak buku.

"Hmm gue cuman butuh matematika aja sih sekarang. Lo mau nyari buku lain gak?"

"Ada. Buku sosiologi. Bantuin cari dong, Na." kata Hana.

B U L L YTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang