20

2.5K 257 16
                                        

"Bangun woii. Woii bangun."

Gue ke bangun karena Guanlin dari tadi ngacakin rambut gue.

"Eh gak usah di acak segala rambut gue."

"Baru bangun udah marah aja. Pinter ya lo, gue lagi ngerjain soal lo malah tidur."

"Ngantuk banget gue. Tadi malam bergadang tau gak."

"Ngapain sampe bergadang segala? Cewek gak baik bergadang."

"Gue belajar tadi malam. Kan mau ujian."

"Eh, santai aja napa sih? Gak usah sampai stres gitu apalagi bergadang. Ntar kalo lo sakit gimana hah? Ntar siapa yang repot? Kasihan bunda ngurusin lo nanti."

"Ih lo kok malah doain gue sakit sih, Lin?"

"Gue gak doain. Gue khawatir. Puas lo?!"

Gue langsung diam. Kok perasaan gue agak senang gitu ya kalau Guanlin khawatir ke gue.

"Oh."

"Oh doang? Bilang makasih kek karena udah di khawatirin."

"Gak bermanfaat, njir."

Keadaan hening lagi. Gue cuman bolak balik buku.

"Na."

"Hhm."

"Kalo andaikan nilai ujian matematika gue bagus, lo mau gak ngasih hadiah ke gue?"

Gue natap Guanlin.

"Hadiah?" tanya gue.

"Iya. Mau gak?"

"Hhm boleh. Tapi lo harus dapat nilai yang bagus ya?"

"Oke. Gue bakalan belajar dengan rajin. Kalo bisa nilai gue harus tinggi daripada Jeno." kata Guanlin yang semangat.

Lah yakin dia ngomong gitu? Jeno kan pintar anak nya.

"Niatnya jangan harapin hadiah dari gue lah."

"Nggak kok. Gue juga mau rajin belajar demi masa depan gue."

"Bagus. Kayak gini nih yang buat gue bangga." kata gue.

"Dan lo juga harus dapat nilai yang bagus. Kalahin Somi si anak IPA itu. Buktiin kalo anak IPS itu punya nilai yang bagus juga." kata Guanlin.

"Oke kalau gitu."

"Nanti gue juga kasih hadiah buat lo." kata Guanlin.

Gue cuman ngangguk doang.

"Oha iya, nanti pulsek gak usah belajar bareng. Ikut gue ya?"

"Lo kok hobi banget nyulik gue sih?"

"Nyulik gimana? Kan gue udah bilang."

"Tapi gue nya nggak mau."

"Harus mau. Pokoknya nanti harus mau." kata Guanlin.

"Gak."

"Gue cium nih kalo gak mau."

"Ih apaan sih? Dasar mesum. Bilang aja modus."

"Serius loh. Gue nggak main-main."

"Iya iya gue pergi."

Dan pada akhirnya gue selalu iyain kata Guanlin.

.....

Gue dan Guanlin balik ke kelas lagi. Tapi nggak barengan. Guanlin nyuruh gue buat ke kelas duluan. Dia soalnya mau pergi ke rooftop. Gue tau nih, pasti dia mau nyebat disana. Sekarang tuh udah jam istirahat siang.

B U L L YTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang