Bagian ke Empat

48.1K 2.7K 105
                                        


Vote ya sayang, karna vote itu gratis kalian gak bakal rugi kok, malah kalian buat aku bahagia jadi aku semangat nulis cerita ini

Dan komen juga pendapat kalian yahh..

Trimkasih dan #Staysafe #Stayhealthy #dirumahaja

===

Ting!

Denting sendok dan garpu yang sengaja di jatuhkan oleh pria bermarga Axender itu membuat seisi meja makan menatap dirinya dengan lekat. Pemilik perusahaan batu bara terbesar itu menatap intens putranya tanpa lepas satu detik pun, bahkan untuk berkedip pun ia tidak lakukan.

Reygan—Ayah dari Nathan. Menatap tajam putra semata wayangnya yang tengah menetralkan gelagatnya

"Kenapa kamu lakuin hal itu?" Tanya Reygan dengan pembawaan yang santai namun menusuk.

Nathan meneguk ludahnya kasar, ah! Tatapan ayahnya mampu membuat nya tidak bisa berkutik barang sesenti pun.

"Jawab Daddy, Nathan" tekan nya masih dengan pembawaan yang santai.

Nathan menunduk dalam sedangkan Vanya hanya mampu menghela nafasnya. "Maaf Dad, Nathan khilaf" jawabnya.

"Daddy gak tanya kamu khilaf atau enggak, Daddy tanya kenapa kamu lakuin itu?" Tanya nya.

Nathan mendadak tergagu, ayahnya ini memang terlihat sangat santai tapi tidak dengan tatapan nya yang seolah memaksa Nathan menjawab semua pertanyaan menusuk dari mulutnya.

"Nathan Frustasi Dad, pacar Nathan hamil dan parahnya sahabat Nathan yang lakuin itu semua! Nathan gak tau harus apa! Nathan cuma butuh pelarian Dad" jawabnya.

Reygan hanya mampu menghela nafasnya ia pun melunakan pandangan pada Nathan mencoba berbicara lebih dalam dengan putranya. "Apa kamu gak bisa cari pelarian lain selain Club malam? Kamu itu masih di bawah umur, kamu juga anak Daddy satu-satunya, daddy cuma gak mau anak daddy jadi anak nakal seperti anak-anak di luaran sana. Kalau kamu ada masalah, cerita sama mommy atau daddy jangan cari pelarian ke club gak jelas kayak gitu. Kamu masih punya mommy juga daddy yang siap dengerin cerita kamu dan kasih kamu solusi. Daddy gak marah sama kamu tapi daddy kecewa apa lagi kamu ngelakuin hal yang di larang agama, kamu udah ngerusak perempuan, dan yang paling penting adalah kamu udah ngelakuin dosa besar dan kamu tau? Bukan cuma kamu yang akan nanggung itu di akhirat kelak, tapi Daddy juga mommy akan terseret karna perbuatan kamu itu" tutur Reygan.

"Tapi dia cuma jalang Dad, Nathan juga bisa bayar dia mahal" elaknya.

Reygan hanya menatap Nathan sejenak lalu kembali menatap meja makan yang sudah kosong. "Masuk ke kamar sekarang!" Perintah Reygan dan Nathan pun menurutinya.

Nathan menatap Mommy nya yang duduk di samping Daddy nya ia berharap Mommy nya mau membela nya tapi naas mommy nya malah mengalihkan pandangan nya seakan mengacuhkan dirinya.

Ayolah! Ini bukan sepenuhnya salah Nathan, Jalang itu juga salah dan lagi pula wajar kan jika anak seusianya main ke club malam? Daddy dan mommy nya saja yang terlalu berlebihan.

Nathan menjatuhkan diri nya ke kasur king size miliknya mata nya menatap lurus ke arah langit-langit kamar nya.

"Kanaya"

Nama itu tiba-tiba terlintas di benak Nathan, gadis yang pernah 'bercinta' denganya dan gadis yang telah membuat dirinya menjadi seperti ini.

UnfairCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang