Happy reading 💚
Sorry telat abis rayain ultah temen:)
===
Libra dan Arjuna menyusuri lorong rumah sakit sambil sesekali bercanda, ya kalian paham lah Libra dan Arjuna tidak bisa diam barang sedetik pun pasti ada aja tingkah mereka berdua. Mulai dari tonjok-tonjokan, geplak-geplakan kepala, tendang-tendangan mereka gak sadar apa kalau mereka jadi pusat perhatian orang-orang yang lalu lalang di rumah sakit?
Selepas menghabiskan sepuluh box pizza bersama Nathan mereka memilih pulang dengan alasan takut di cariin orang tua padahal kenyataannya mau mampir di Babe sambil nongki-nongki ganteng. Kali aja ada cewek cantik di Babe.
Libra meringis ketika kepala nya di geplak oleh Arjuna. Laki-laki itu pun kembali membalasnya dengan memukul tengkuk Arjuna.
"Udah ah! Sakit anjir!" Ringis Arjuna sambil memegang tengkuk nya yang habis di pukul Libra.
Libra mendengus sebal, padahal Arjuna duluan yang mulai.
Tadi sepanjang jalan di lorong rumah sakit mereka bermain adu Suit, yang kalah di pukul.
"Yah cemen ah!" Cibir Libra.
Arjuna memutar bola matanya jengah, ayolah pukulan Libra itu sakit apalagi Libra salah satu mantan atlet taekwondo. Lumayan berasa juga pukulannya.
"Eh, by the way, any way, bus way! Lo nyadar gak sih. Masa Nathan jadi lemah lembut menjijikan gitu sama Kanaya" ucap Libra yang menyadari perubahan sikap Nathan pada Kanaya.
Libra tau betul jika Nathan itu tidak suka pada Kanaya mengingat kejadian di ruang makan waktu itu. Tapi tadi? Nathan bahkan terlihat sangat Childish di hadapan Kanaya. Nathan seakan lupa tentang kebenciannya pada Kanaya.
"Lah emang selama ini sikap Nathan ke Kanaya gimana?"
Oh syid! Libra lupa jika sahabatnya ini a.k.a sepupu Nathan tidak tau perlakuan Nathan pada Kanaya. Yang Arjuna tau hanya kejadian di Cafe Babe waktu itu. Arjuna tidak tau jika selama ini Nathan selaku bersikap kasar pada Kanaya, bahkan laki-laki itu tidak mau menganggap Kanaya sebagai istrinya.
Libra menggaruk tengkuknya yang tak gatal di iringi dengan senyum bodohnya. "Enggg.. anuu"
Mata Arjuna memicing meminta penjelasan lebih pada Libra, tangan Arjuna pun sudah mencengkram tangan Libra bahkan mata yang semula memancarkan kebahagiaan kini berganti menjadi marah.
"Jawab gue Libra!"
Libra menghentakan tanganya yang di cengkram oleh Arjuna dan menatap Arjuna nyalang. "Sakit bego!" Umpatnya.
"Ya makanya jawab!"
"Kok lo kepo banget sama urusan rumah tangga mereka? Oh! Lo masih punya perasaan ya sana Kanaya?" Tanya Libra.
Arjuna mengalihkan pandangannya sambil mendengus kasar.
Libra menepuk pundak sahabatnya itu. "Jun, gue tau lo peduli sama Kanaya tapi Kanaya udah punya Nathan. Lo juga udah punya calon istri kan? Jadi gue mohon jangan kecewain calon istri lo, gue yakin dia bakalan sakit hati kalo dia tau lo masih nyimpen perasaan sama Kanaya" Ucapnya. "Peduli boleh, tapi jangan berlebihan" lanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unfair
Teen Fiction[Squel Vanya] [16++] [Part Lengkap] [follow sebelum membaca] Kejadian 'malam itu' membuat Kanaya harus menikah dengan cowok yang telah membuat hidupnya dan masa depan nya menjadi berantakan. Cowok tampan yang sialnya menjadi orang yang Kanaya Cinta...
