Happy reading 💚
Part ini agak cringe maaf:))
🎶Ailee- I will go to you like the first snow. Goblin ost part 9
===
"Arjuna bangun, hei kamu gak sekolah?!"
Arjuna menggeliat dan mengumam di balik selimut abu-abu tebal miliknya. Arisa–Mamanya menghela nafasnya berat, pasalnya ini sudah jam sepuluh pagi dan putra semata wayangnya itu belum juga berniat bangun dan pergi sekolah, oh! Bahkan sekarang sudah terlambat untuk ke sekolah.
Arisa lantas menggoyang badan anak nya agar putra nya itu membuka matanya.
Tunggu?
Badan Arjuna panas.
"Pantes di bangunin susah, demam toh" Arisa tersenyum simpul dan pergi untuk mengambilkan kompresan untuk Arjuna.
Matanya menatap sang suami yang tengah kerepotan memasang dasinya, jika saja Arjuna tidak sakit pasti Arjuna sudah meledek Papanya yang seperti anak kecil karna tidak bisa memakai dasi dengan benar. Arisa berjalan mendekati suaminya dan membantunya memasangkan dasi.
"Dah selesai!" Ucapnya sambil mengusap jas suaminya agar terlihat rapih.
Cup.
Danis mencium kening Arisa. "Makasih sayangku" ucapnya. "Juna kenapa gak sekolah?" Tanya Danis.
"Demam dia, semalam dia pulang jam berapa sih emangnya?" Tanya Arisa.
"Bisa sakit juga anak badak" cibir Danis berhasil mendapat cubitan dari sang istri. "Awwh sakit ih" ringisnya.
"Ya lagian anak sendiri di katain badak, kalo anak mu badak kamu bapaknya badak gitu?"
Danis terkekeh geli. "Ya gak gitu, udah ah aku mau ke kamar Juna dulu" setelah itu Danis pergi ke kamar anaknya untuk memeriksa keadaan anaknya sedangkan Arisa pergi untuk mengambilkan kompresan untuk Arjuna.
Ceklek.
Pintu cokelat itu terbuka menampilkan Arjuna yang masih setia di kasurnya, Danis duduk di tepi kasur Arjuna sambil mengusap lembut surai putra semata wayangnya itu.
"Gara-gara cinta aja bisa sampai demam begini, Juna Juna ada-ada kamu tuh"
Flashback on
"Arjuna dari mana aja kamu baru pulang jam segini?!"
Danis berkacak pinggang melihat kelakuan anaknya yang baru pulang. Bayangkan saja Arjuna pulang ke rumah jam dua pagi dengan keadaan masih pakai baju seragam dan juga baju yang acak-acakan. Bagaimana Danis tidak geram?
"Maaf"
Danis membuang nafasnya kasar. "Kamu dari mana kenapa di telfon gak aktif? Trus juga kenapa baju kamu acak-acakan gitu?" Tanya Danis kaki ini dengan nada lembut.
"Juna tadi mau ke rumah Bulan, tapi di tengah jalan Juna di rampok. Uang Juna di ambil, Handphone Juna juga"
Danis kemudian mendekat ke arah anaknya. "kamu kenapa ke rumah Bulan malem-malem? Untung kamu gak kenapa-napa"
"Juna ngerasa bersalah sama Bulan, Juna buat Bulan kecewa karna Juna masih sayang sama Kanaya"
"Sekarang kamu ganti baju, terus istirahat. Soal handphone nanti Papa beliin lagi kalo perlu sama pabriknya"
Arjuna mengangguk lantas berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.
Flashback end
KAMU SEDANG MEMBACA
Unfair
Teen Fiction[Squel Vanya] [16++] [Part Lengkap] [follow sebelum membaca] Kejadian 'malam itu' membuat Kanaya harus menikah dengan cowok yang telah membuat hidupnya dan masa depan nya menjadi berantakan. Cowok tampan yang sialnya menjadi orang yang Kanaya Cinta...
