Aku mau minta maaf kalo aku punya salah yaa, karna sebentar lagi bulan Ramadhan:)
Btw kalian udah baca cerita Vanya kan???
Seriusan nanya.
===
Arjuna menggebrak meja dengan keras sehingga teman-temannya menatap Arjuna dengan tatapan yang sulit di artikan. Kemudian Arjuna bangkit dari duduknya membuat semua teman-temannya bertanya-tanya.
"Jun, lo mau kemana?" Tanya Chiko.
"Cabut" jawab Arjuna dan pergi meninggalkan begitu saja setelah mengucapkan kata itu.
Mood Arjuna sudah hilang begitu saja, dia ingin segera pulang dan menyegarkan pikiran nya kembali, ia berjalan ke arah motornya dan tak berapa lama ia pun sudah melaju dengan motor Nmax andalan nya.
Sedikit penjelasan, Arjuna adalah anak dari Arisa dan Danis. Masih ingat Jujun? Iya! Jujun itu adalah panggilan Arjuna waktu masih kecil, bahkan sekarang ia pun masih di panggil seperti itu oleh kedua orang tuanya dan Nathan. Arjuna dan Nathan sangat dekat sejak kecil, mereka selalu bermain bersama dengan Libra juga. Dari SD, SMP, dan SMA mereka bertiga selalu bersama tapi ketika Kelas 11, Arjuna memilih pindah sekolah dengan alasan ingin mencoba lingkungan baru. Padahal di balik semua itu Arjuna ingin mengenal dekat dengan Kanaya—gadis dengan seragam sekolah yang ia temui di taman bunga waktu itu.
Setelah pindah sekolah, Arjuna mulai mencari tau tentang Kanaya. Mulai dari kelas Kanaya, dan segalanya yang berhubungan dengan Kanaya. Sampai pada suatu hari ia dan Kanaya berjumpa dalam satu kesempatan yaitu ketika kaki Arjuna cedera dan Kanaya lah orang yang mengobati kakinya. Mulai dari situ Arjuna semakin dekat dengan Kanaya begitu juga dengan Kanaya.
Tapi mungkin sekarang Arjuna dan Kanaya tidak akan dekat lagi, karna Kanaya sudah memiliki pacar. Dan pacarannya adalah sepupunya sendiri. Nathan.
Motor Arjuna berhenti tepat di depan rumah besar yang menjadi tempat tinggalnya dan keluarganya. Bahkan rumah itu terlihat seperti istana saking besarnya. Maklum saja, Ayah nya adalah pengusaha otomotif, serta kolektor mobil mewah, mobil antik, dan motor gede (moge) dan ibunya adalah seorang mantan pramugari yang sekarang menjabat sebagai salah satu pemilik maskapai penerbangan. Bisa di bayangkan betapa kaya nya seorang Arjuna?
Tenang saja walaupun kedua orang tuanya adalah orang yang super sibuk, tapi kedua orangtuanya masih menyempatkan waktu untuk sekedar berinteraksi dengan Arjuna.
"Loh kamu udah pulang? Katanya mau pulang malam?" Tanya wanita berusia empat puluhan itu sambil menyibak majalah yang sedang ia baca.
Arjuna menaruh jaketnya di sofa, lantas ia ikut duduk di samping mamanya. "Juna, ngantuk ma" Jawab Arjuna.
Mamanya terkekeh lantas ia mengelus lembut surai anaknya. "Halah sok-sokan ngantuk, biasanya aja pulang sampai pagi" jawab Mamanya dan Arjuna hanya tertawa sebagai jawabannya.
"Kok Mama belum tidur? Nungguin papa?"
Mamanya lantas menggeleng lalu tersenyum. "Papa kamu udah pulang, dia udah di alam mimpi malah" jawab nya. "Mama bosen aja, lagian ini juga belum terlalu malam kan?" Tanya nya dan Arjuna lantas mengangguk.
"Jun, pulang sekolah ada acara gak?"
Arjuna menggeleng. "Gak ada, kenapa emangnya Ma?"
"Mama mau ajak kamu makan siang di luar, sama Papa juga"
"Tumben, si badak itu mau di ajak makan siang di luar"
Mamanya langsung menjitak kepala Arjuna ketika Arjuna menyebut Papanya 'badak' . Arjuna memanggil Ayahnya badak karna Ayahnya adalah seorang pekerja keras, kuat, dan tangguh. Walaupun terkesan seperti meledek, tapi percayalah Arjuna sungguhan akan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unfair
Teen Fiction[Squel Vanya] [16++] [Part Lengkap] [follow sebelum membaca] Kejadian 'malam itu' membuat Kanaya harus menikah dengan cowok yang telah membuat hidupnya dan masa depan nya menjadi berantakan. Cowok tampan yang sialnya menjadi orang yang Kanaya Cinta...
