Happy reading 💚
Makasih buat semua yang terus dukung cerita ini, buat kalian yang Vote dan komen aku inget loh siapa aja yang komen setiap aku update aku juga sampe hapal wkwk
Lofyu💚
===
"Lib! Kita ngapain ke Babe?" Tanya Nathan.
Libra hanya diam dan terus menyeret Nathan agar ikut masuk bersamanya.
"Lib! Ih lepas! Ngapain sih kesini? Kalo mau nyari tempat bolos yang elit dikit dong! Masa ke babe? Yang bener aja lo?" Tanya Nathan yang tak habis pikir dengan Libra.
Libra menyuruhnya bolos sekolah hanya untuk mampir di Babe? Heol! Mereka kan bisa ke Babe selepas pulang sekolah.
"Beh, udah siap semua?" Tanya Libra.
Babe yang sedang bersih-bersih cafe pun mengangguk, babe menaruh serbet di sebelah bahunya lalu matanya menatap Libra dan Juga Nathan dengan tatapan aneh. "Udeh beres semuenye" jawab Babe. "Lah ntuh si Ketan item ngape mukenye di tekuk begonoh?" Tanya Babe.
Libra tersenyum hingga menampilkan sederet gigi putihnya sedangkan Nathan menatap sahabatnya malas. "Biasa beh, lagi PMS. Yaudah Libra langsung ke TKP aja ya. Nanti kalo Arjuna udah sampe suruh langsung kebelakang aja" pintanya.
Babe mengangguk lalu melanjutkan kegiatannya yang semula tertunda.
Libra terus menyeret Nathan hingga tiba di suatu ruangan yang sudah di design khusus untuk acara yang telah ia persiapkan bersama Arjuna. Simple sebenarnya, hanya ada balon dan juga beberapa hiasan lainya yang membuat ruangan itu menjadi lebih istimewa ada juga piano yang sengaja di letakan di pojok ruangan. Libra berniat menunjukan lagu baru yang telah ia pelajari kepada teman-temannya.
"Lo duduk di sini, gue mau pesen kopi ke Babe" ucap Libra sambil menyuruh Nathan untuk duduk.
Nathan dengan wajah kebingungannya pun akhirnya duduk. "Maksudnya ini semua tuh apa sih Lib? Acara apaan?" Tanya Nathan.
Libra menaruh jari telunjuknya tepat di bibir Nathan membuat Nathan langsung menepisnya karna risih. "Lo diem aja bisa gak sih? Gak usah banyak komentar" pinta Libra. "Sekarang lo diem diem di sini, karna gue mau ada urusan sebentar" lanjut Libra setelah itu meninggalkan Nathan sendirian.
Nathan hanya diam sambil menatap sekelilingnya dengan raut wajah bingung.
"Acara ulang tahun anak SD ya?" Gumam Nathan sambil terus memperhatikan hiasan yang ada di ruangan itu.
Nathan berdiri lalu berjalan ke salah satu sudut ruangan yang menampilkan foto pernikahannya dengan Kanaya, foto di mana ia sedang berjabat tangan dengan penghulu. Ia ingat betul peristiwa itu, peristiwa dimana ia melepas masa lajangnya dan menjadi seorang suami dari gadis yang sama sekali tidak ada harapkan. Nathan mengambil foto polaroid itu dan memperhatikan lamat-lamat. Memandang wajah sendu dari Kanaya yang terpampang jelas di dalam foto itu. Terlihat bahwa gadis itu tidak bahagia saat itu.
Nathan kembali menaruh foto polaroid itu dan beralih pada foto-foto dirinya dan juga sahabatnya. Dimana ia sedang merangkul Libra dan juga Arjuna. Kala itu ia memenangkan pertandingan sepak bola melawan sekolah sebelah, waktu itu Arjuna masih satu sekolah denganya dan menjadi bagian dari tim nya sebelum sepupunya itu memutuskan untuk pindah sekolah.
Nathan menggeram kesal kala mengingat niat Arjuna untuk pindah sekolah. Arjuna meninggalkan dirinya dan juga tim sepak bola nya hanya karna gadis tidak tau diri itu. Arjuna kembali meletakan foto polaroid itu sambil menatap beberapa foto yang terpanjang di dinding itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unfair
Fiksi Remaja[Squel Vanya] [16++] [Part Lengkap] [follow sebelum membaca] Kejadian 'malam itu' membuat Kanaya harus menikah dengan cowok yang telah membuat hidupnya dan masa depan nya menjadi berantakan. Cowok tampan yang sialnya menjadi orang yang Kanaya Cinta...
