Bagian ke tiga puluh satu

43.7K 2.2K 336
                                        

Happy reading 💚

Kayaknya updatenya bakalan 2 Hari Sekali aja deh hehehe:))






===

"Eh Libra, kenapa gak masuk?"

Libra sontak terkejut ketika ia kepergok. Ia pun menggaruk tengkuknya dan tersenyum bodoh di hadapan wanita berusia empat puluh tahun itu.

"E-nghh.. anu mom, Libra gak mau ganggu Nathan sama Kanaya" Jawab Libra.

Vanya tersenyum lalu mengintip ke ruangan Anaknya. Senyum Vanya pun semakin melebar ketika melihat Nathan yang sedang makan seraya di suapi oleh Kanaya.

"Kamu bener, mereka lagi mesra-mesraan gak enak kalo ganggu" ucap Vanya.

Libra tertawa hambar. "Enghh heheheh iya Mom. Eh Mommy sendirian aja?" Tanya Libra.

Vanya terlihat mengangguk. "Iya nih, tadi denger kabar dari calon istrinya Arjuna katanya Nathan sama Arjuna berantem trus Nathan di bawa ke rumah sakit" jelas Vanya.

Tadi sebelum ke rumah sakit, Vanya panik karna mendengar kabar bahwa Nathan dan Arjuna bertengkar apalagi sampai adu fisik, biasanya mereka tak pernah bertengkar separah itu apalagi sampai Nathan harus di larikan ke rumah sakit. Pasti sesuatu yang besar sedang terjadi. Pikir Vanya.

"Emang mereka berdua kenapa bisa sampai bertengkar kayak gitu?" Tanya Vanya.

Libra lagi-lagi di buat kikuk, bagaimana ia harus menjelaskan kepada Vanya. Ia tidak mungkin jujur karna nanti Vanya pasti kecewa pada putra tunggal nya.

"Anu mom, Libra juga gak tau" Jawab Libra.

"Tapi-"

"Aduh mom! Libra sakit perut. Libra pulang duluan ya mom. Bye-bye!!" Libra berlari sambil memegang perutnya seakan-akan ia sedang menahan sakit perut. Padahal itu hanya alasannya agar bisa menghindari Vanya.

Libra berlari meninggalkan Vanya yang bertanya-tanya dengan sikap anehnya. Hampir saja ia keceplosan. Ia masih peduli dengan Nathan, mau bagaimana pun Nathan ia tetap sahabatnya, orang yang ada di saat dirinya susah dan senang.

Brak!

Saking semangatnya berlari Libra sampai menabrak seseorang di depan nya, untung dirinya tidak jatuh nyusruk seperti Arjuna. Tapi akibat Libra tas wanita di depan nya itu jatuh ke lantai sehingga isi tasnya berserakan.

Libra mengatur nafasnya sebelum meminta maaf kepada orang yang telah ia tabrak. "Huh huh huh, m-maaf gue gak sehhngahhjaa" ucap Libra dengan nafas yang tersengal-sengal.

Wanita itu tak segera menjawab permintaan maaf Libra, ia malah sibuk memunguti barang-barangnya dan memasukan nya kembali ke dalam tas sebelum akhirnya bangun dan menatap Libra.

Wanita itu kemudian mengangguk cepat. "Iya gak apa-apa saya yang salah juga kok" Jawab Wanita itu.

"Eh tap-"

"Maaf saya buru-buru, saya duluan"

Setelah mengucapkan itu wanita berbaju maroon itu pergi meninggalkan Libra. Libra menatap kepergian wanita itu dengan biasa saja sebelum akhirnya matanya menangkap amplop yang tergeletak di lantai rumah sakit. Libra berjongkok dan mengambil amplop itu.

"Ini pasti punya si teteh yang tadi" gumamnya sambil menatap amplop di tanganya.

Mata Libra menyapu seisi koridor rumah sakit guna mencari wanita tadi. "Yahh mana udah ilang lagi tuh si teteh, trus gimana gue balikin nya dong?" Tanya Libra pada dirinya sendiri.

UnfairCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang