Double up nih
Happy reading 💚
"Kanaya bangun Nayy!!"
Seraya mendorong bangkar Kanaya, Nathan terus menggoyangkan tubuh Kanaya berusaha agar membuat gadis itu sadar. Tapi nihil gadis itu masih setia menutup mata dengan darah yang sudah memenuhi tubuhnya.
"Mas maaf, hanya dokter dan perawat yang boleh masuk" ucap dokter pada Nathan.
Nathan berontak ia juga ingin ikut masuk dan memastikan keadaan Kanaya baik-baik saja.
"Dok saya suaminya! Saya juga mau liat keadaan istri saya!!"
"Nathan! Udah kita di sini aja, biar dokter yang nanganin Kanaya"
"Enggak Lib! Gue mau liat Kanaya!" Pekik Nathan.
Libra menahan Nathan agar tidak ikut masuk ke dalam IGD seraya memberi kode pada dokter agar cepat membawa Kanaya masuk keruangan IGD.
Brak!
Pintu IGD tertutup rapat membuat Nathan yang tadinya berontak menjadi lemas dan terduduk tepat di depan pintu IGD.
"LIBRA LEBASIN GUEEE!! GUE MAU LIAT ISTRI GUE!!"
Libra masih menahan Nathan yang terus berontak di kekungan nya. Dengan kesal Libra mendorong tubuh Nathan hingga laki-laki itu tersungkur jatuh menyentuh lantai rumah sakit yang dingin.
Bruk.
Libra mendekati Nathan dan menarik kerah baju Nathan. Air wajah Libra tampak begitu marah. "PUAS LO BUAT KANAYA MENDERITA?! PUAS HAH!!" Pekik Libra tepat di depan wajah Nathan.
Nathan menepis tangan Libra yang berada di kerah bajunya dan mendorong Libra agar menjauh darinya. "Maksud lo apa bangsat! Ada juga elo yang puas udah buat Kanaya kayak gini! Lo rebut istri gue! Lo sahabat gue tapi lo malah nikung gue! Sahabat macam apa itu" Nathan berdecih lantas bangun dari jatuhnya
"Lagian emangnya kenapa kalo gue nikung Lo. Lo juga gak cinta kan sama Kanaya? Jadi gak masalah dong" jawab Libra.
Bugh!
Nathan yang sudah kesal pun melayangkan bogeman mentah ke wajah Libra. Emosi nya sudah di ubun-ubun ketika Libra mengatakan itu.
"Sialan!"
Libra mengusap sudut bibirnya yang robek akibat bogeman Nathan. Libra menepuk pundak Nathan tapi di tepis oleh Nathan, melihat itu Libra tersenyum miris. "Dengerin gue Nat, gue gak ada niatan buat nikung lo. Tapi lo malah salah paham sama gue" ucap Libra.
"Salah paham apa maksud lo?!"
Libra mengehela nafasnya, ia menuntun Nathan untuk duduk sebelum ia menjelaskan kebenaran nya.
"Kemarin dokter ngabarin gue kalo kakak Kanaya kritis, lo inget pas ada yang nelpon gue waktu kita lagi berantem di kantin?" Nathan mengangguk merespon ucapan Libra.
"Itu pihak rumah sakit yang nelpon gue, abis itu gue langsung cabut ke rumah Kanaya buat kasih tau kabar itu. Gue ceritain semua nya dari awal sama Kanaya, mulai dari kakak nya yang menderita HIV, sampai kondisi kakaknya yang kritis" jelas Libra.
Libra menghela nafasnya. "Kanaya bener-bener syok denger nya, dia nangis dan otomatis gue peluk dia buat nenangin tapi lo dateng dan liat Semuanya setelah itu lo ngusir Kanaya bahkan sebelum dia sempat menjelaskan tentang apa yang lo liat"
Nafas Nathan tercekat mendengar penuturan dari Libra. Sebodoh itu kah dirinya?
"Lo tau tau apa yang terjadi setelah lo ngusir Kanaya?" Tanya Libra dan Nathan menggeleng.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unfair
أدب المراهقين[Squel Vanya] [16++] [Part Lengkap] [follow sebelum membaca] Kejadian 'malam itu' membuat Kanaya harus menikah dengan cowok yang telah membuat hidupnya dan masa depan nya menjadi berantakan. Cowok tampan yang sialnya menjadi orang yang Kanaya Cinta...
