8. BLACK TIGER

7.7K 342 17
                                    

Basecamp tempat perkumpulan anak geng motor Black tiger sudah ramai dipadati para sekumpulan remaja. Galva sebagai pepimpin geng itu cukup senang karena anggotanya masih tetap utuh

Setelah dua minggu terakhir ini ia tidak pernah berkunjung ke basecamp karena hukuman dari daddynya. Ia merasa sangat senang bisa berkumpul lagi seperti ini

"Kabar lo semua gimana?"

"Baik lah Gal. Adi aja nih yang gak baik gegara habis diputusin ceweknya"Adi sontak menjitak kepala Zaka yang asal ceplos berbicara

"Yee lo sih yang gak pernah tau rasanya diputusin cewek itu gimana. Rasanya sakit bray sampai nembus ke jantung"

Pletak

"Lebay lo Di"Fajar datang dan langsung menjitak kepala Adi yang membuat Adi meringis

Galva ikut tersenyum melihat tingkah para temannya. Inilah yang selalu Galva rindukan dari semua temannya. Canda dan tawa. Galva yang duduk disofa mengedarkan pandangannya mencari seseorang

"Cari siapa?"tanya Ziko tak lupa dengan wajah datarnya

Memang diantara semua anggota Black Tiger. Ziko adalah cowok yang terkenal paling dingin dan jarang ngomong. Tapi cowok itu akan berbicara dan sekalinya berbicara tentu akan mengundang perhatian dari semua anggota

"Raksa"

"Dia lagi beli martabak"Galva hanya mengangguk anggukkan kepalanya. Menurutnya ucapan Ziko itu tidak pernah ada yang meleset. Galva sempat berpikir jika Ziko memiliki kemampuan khusus. Tapi saat ia bertanya Ziko selalu saja mengelak, jika ia itu sama dengan yang lain

Tak lama setėlah itu Raksa datang dan benar membawa martabak yang cukup banyak. Terlihat dari Raksa yang kesulitan untuk membawa. Bukannya membantu justru semua hanya melihat wajah kesusahan Raksa yang membawa berkotak kotak martabak

"Heh lo semua kenapa pada diem. Ooh gak ada yang mau nih, yaudah kalo gitu gue kasih ke anak jalanan aja deh"baru saja Raksa hendak berbalik. Fajar dan Adi buru buru berdiri dan merebut kotak martabak yang dibawa Raksa

"Lo emang pengertian banget deh Rak. Gak salah pilih emang kalau lo dijadiin pembokat Black Tiger"sontak Raksa melotot mendengar ucapan ngawur dari Fajar

"Mau mati lo"Fajar hanya cengengesan saja yang membuat Raksa mendengus kesal

Setelah semua martabak diambil alih Fajar dan Adi. Raksa langsung bertos ala cowok dengan anggota lainnya, termasuk dengan Galva. Tapi Raksa menatap sesuatu yang aneh dari Galva. Tidak seperti biasanya!

"Kenapa lo mandang gue kayak gitu?"Raksa mendudukkan dirinya disamping Galva

"Gue butuh bantuan lo"Raksa mengerutkan kening bingung. Tumben sekali Galva membutuhkan bantuannya. Ada yang gak beres nih pikir Raksa

"Bantuan apa?"

"Jagain adik gue"saat itu pula keadaan menjadi hening. Yang tadinya hendak memakan martabak langsung dirungkan karena mendengar perkataan ketuanya yang begitu serius

"Gilva?"Galva mengangguk

"Gilva kenapa?"bukan Raksa yang bertanya melainkan Ziko

"Lo semua taukan kalau Tino sering gangguin Gilva karena dia adik gue"semua anggota mengangguk anggukkan kepala pertanda mereka semua tau

"Tino mau pindah ke sekolah gue. Dan kemungkinan besar dia bakal gangguin Gilva lagi. Gue tau kalau Gilva bisa jaga dirinya. Lo semua taukan kalau Tino itu licik. Gue takut Gil..."

"Gue bakal jagain Gilva"ucap Raksa penuh penekanan

Galva menepuk pundak Raksa dan tersenyum penuh arti. Inilah gunanya sahabat. Saling membantu saat ada yang kesusahan. Bukannya meninggalkan saat kesusahan dan datang saat sedang bahagia saja

BAD TWINSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang