Galva melajukan mobilnya menuju sekolah sma Tunas Bangsa. Disampingnya sudah ada Fajar yang sebentar lagi akan menjadi siswa baru di sma Tunas Bangsa. Sedangkan di kursi belakang sudah ada Gilva yang duduk dengan memainkan ponselnya.
"Lio cewek di sma Tunas Bangsa cantik cantik gak?"tanya Fajar memecah keheningan.
"Cantik"
"Ada yang lo gebet gak?"
"Ada"
"Siapa? Cantiklah pasti. Kenalin ke gue dong! Gue pengen tau, selera cewek lo lebih cantik apa enggak sama Syelin"ucapan Fajar sontak membuat Galva menatapnya tajam. Tentu saja Kristal lebih cantik dari pada Syelin, dan lagi Kristal juga lebih baik dan Galva suka itu.
"Lo bisa lihat nanti"Fajar langsung mengangguk senang.
"Kalau cantik gue tikung ya"ucapan Fajar sontak mendapat jitakan keras dari Galva.
"Kalo lo ambil Kristal gue bakal ambil Senja gimana"Fajar membulatkan matanya. Enak saja! Tentu saja Fajar tidak akan rela jika Senja di ambil Galva dan Fajar tidak akan membiarkan itu, never ever!.
"Enak aja main ambil Senja dari gue. Eh tadi lo bilang apa? Kristal? Jadi nama cewek yang lo gebet itu Kristal"Galva lantas mengangguk.
"Bang Kristal hari ini gak masuk"ucapan Gilva membuat Galva menatap gadis itu dari kaca spion.
"Tau darimana?"
"Kristal chatting gue"
"Kenapa dia gak bilang sama gue"ucapan Galva membuat Fajar reflek tertawa terbahak bahak.
"Eh Lio sadar kali! Emangnya Kristal siapanya elo"ledek Fajar
"Kristal pacar gue"ucap Galva ketus.
"Hah? Pacar? Lo halu"
Ckiiittt...
Galva langsung mengerem mendadak. Bukan, bukan karena ucapan Fajar, hanya saja karena mereka memang sudah sampai di sekolah. Gilva memegang dadanya, kaget. Sedangkan Fajar memegangi jidatnya yang terbentur dashboard.
"Lo bisa nyetir gak sih"protes Fajar.
"Bisa"jawab Galva enteng.
"Udah sampe, lo gak mau turun?"Galva langsung saja keluar mobil di susul Gilva yang ikut keluar mobil. Sedangkan Fajar mengumpat kesal di dalam mobil.
"Sialan emang"
oooOooo
"Kenalin nama saya Syelina Farissa, kalian bisa panggil saya Syelin"Syelin gadis berparas cantik itu memperkenalkan dirinya di kelas, lebih tepatnya kelas yang di tempati Gilva dan Kristal. Syelin tersenyum sangat manis membuag Gilva yang saat itu melihat hanya memutarkan bola mata malasnya.
"Cuiih! Fake smile"batin Gilva tidak suka.
"Ya sudah Syelin kamu bisa duduk di samping Gilva"ucapan bu Nurma selaku wali kelas membuat Gilva tidak terima.
"Bu gak bisa gitu dong! Di sini udah ada yang nempatin"protes Gilva.
"Gapapa Gilva hanya untuk sementara. Lagian Kristal kan gak masuk kan hari ini"ucapan bu Nurma membuat Gilva hanya mendengus.
Syelin berjalan sambil menunduk ke arah banngku samping Gilva. Gadis itu duduk di samping Gilva dan tersenyum manis kepada Gilva.
"Hai Gilva"
"Hm"
"Kabar lo gimana?"

KAMU SEDANG MEMBACA
BAD TWINS
Teen FictionSequel of Bad Girl VS Bad Boy BISA DI BACA TERPISAH👌👌 ~~~ Mereka kembar, namun berbeda. Jika Galva matahari maka Gilva adalah bumi. Galva yang selalu membawa keceriaan dan Gilva yang diam tidak peduli. Untuk pertama kali dalam hidup Galva merasak...