Bel istirahat sudah berbunyi. Galva dan Fajar sudah stay di kantin. Sedangkan Raksa, cowok satu itu sudah pergi lebih dulu ke ruang osis, dapat tugas negara katanya. Galva dan Fajar juga bodo amat, toh itu salah Raksa sendiri. Siapa suruh ngikut-ngikut osis segala. Ribet!
"Lio lo suruh pacar lo kesini dong!"Galva memutarkan bola mata malasnya. Keponya sudah kumat lagi, begitulah pikir Galva.
"Bentar lagi kesini"ucap Galva.
"Gue itung ya"Galva hanya mengangguk acuh.
"Itung aja!"
"Satu"Hitungan ke satu, orang yang di nanti Fajar belum datang.
"Dua"belum juga datang. Cowok itu sudah melihat dengan cermat pintu masuk kantin. Sedangkan Galva juga sama, cowok itu ikut mengarahkan pandangannya pada pintu masuk kantin.
"Ti__"
"Itu Kristal. Di belakangnya Eris"potong Galva cepat membuat kepala Fajar menoleh kanan ke kiri karena orang yang di maksud Galva tertutup tubuh Eris, teman sebangkunya, oh ralat! Musuh sebangkunya.
"Anjir! Sialan tuh si Eris pake nutup nutupin pacar lo"geram Fajar. Ck! Kepo sekali rasanya Fajar ini. Emangnya Kristal itu seperti apa ya?.
"KRISTAL!"Fajar berteriak begitu kerasnya membuat Galva hanya berdecak kesal. Segitu keponya Fajar kah sampai berteriak memanggil orang yang di cari.
Kristal, gadis itu yang merasa namanya dipanggil langsung mencari sumber suara. Pandangannya mencari cari, dan saat itu matanya menangkap Galva yang sudah menatapnya dengan cowok yang berada di samping Galva.
"Ris tadi yang manggil gue siapa?"tanya Kristal bingung. Pasalnya gadis itu tidak kenal dengan orang yang memanggil.
"Orang yang di sampingnya Galva"jawab Eris sedangkan Kristal hanya menaganggukkan kepalanya.
"Kita kesana yuk"ajak Kristal sambil menarik tangan Eris. Sedangkan Eris hanya mendengus. Ck! Lagi lagi ia harus satu meja dengan cowok menyebalkan itu.
Fajar dari tempatnya menatap tidak percaya pacar Galva. Cantik juga, pikirnya. Kenapa juga cewek itu harus mau dengan Galva. Kenapa tidak dengan ia saja?
"Siapa lo?"tanya Kristal langsung saat sudah sampai di meja yang di tempati Galva dan cowok yang tadi memanggilnya.
Fajar yang merasa di tanya langsung tersenyum merekah dan mengulurkan tangannya. Lumayan lah di ajak kenalan cecan. Uhuuy!
"Gue Fajar, panggil aja sayang"Galva hanya memutarkan bola mata malasnya. Karena Kristal yang tidak kunjung menjabat tangan Fajar reflek tangan Galva terulur dan menjabat tangan Fajar.
"Dia Kristal, pacarnya Galva"jawab Galva membuat Fajar langsung mencebik kesal sesangkan Kristal dan Eris langsung tertawa.
"Gausah ngarep gue panggil sayang deh. Sayang gue cuma buat Galva"balas Kristal membuat Galva melebarkan senyumnya sedangkan Fajar hanya mencebik. Dasar! Cewek sama cowok sama aja.
"Makanya jadi cowok jangan genit. Udah tahu kalau Kristal pacarnya Galva juga"ledek Eris.
"Eh Keris gausah ikut-ikutan deh!"decak Fajar.
"Mulut-mulut gue kenapa lo sewot"balas Eris.
"Ya sewotlah. Mulut lo itu bau jengkol"
"Bilang apa lo hah?! Ngajak ribut lo sama gue"
"Alah dari kemarin juga ngomongnya gitu. Ngajak ribut lo-ngajak ribut lo tapi kagak pernah ribut beneran"ledek Fajar membuat Eris reflek mengepalkan tangannya erat-erat.

KAMU SEDANG MEMBACA
BAD TWINS
Teen FictionSequel of Bad Girl VS Bad Boy BISA DI BACA TERPISAH👌👌 ~~~ Mereka kembar, namun berbeda. Jika Galva matahari maka Gilva adalah bumi. Galva yang selalu membawa keceriaan dan Gilva yang diam tidak peduli. Untuk pertama kali dalam hidup Galva merasak...