22. ANCAMAN

3.9K 260 22
                                    

"Lio cewek lo yang mana?"tanya Fajar sambil mengedarkan pandangannya ke seisi kantin. Ya, saat ini mereka sudah masuk jam istirahat, Fajar sangat berantusias saat bel istirahat sudah berbunyi pasalnya cowok satu itu sudah sangat tidak sabar bertemu dengan pacarnya Galva.

"Ck! Lo kenapa daritadi nanyain pacar gue terus sih"decak Galva sebal, bukannya tidak ingin memperkenalkan Kristal dengan Fajar hanya saja sahabatnya ini sudah bertanya lebih dari sepuluh kali mengenai pacarnya, dan itu benar benar membuat Galva jengah.

"Gue udah penasaran bego!"

"Tapi penasaran lo bikin gue eneg"

"Kayaknya lo takut amat sih gue ketemu sama Kristal Kristal itu. Lo takut kalau Kristal jadi suka sama gue"ucapan Fajar sontak membuat Galva langsung menjitak kepala Fajar membuat cowok itu meringis.

"Kristal juga ogah kali suka sama cowok burik kayak lo"

"Gue? Burik? Mata lo kesumpelan hah!! Orang ganteng kayak gini lo bilang burik"ucap Fajar dengan pedenya.

"Kebanyakan bacot lo Jar. Pantes aja Senja gak kuat sama lo"ledek Galva yang membuat Fajar mendengus. Mantan terus mantan terus, rasanya telinga Fajar panas jika mendengar kata mantan. Mantan oh mantan!

"Senja? Senja siapa? Gue gak kenal sama yang namanya Senja"

"Kemarin aja sok sokkan mau minta penjelasan sama Senja, sekarang udah sok lupa aja lo"ucap Galva sambil menoyor kepala Fajar geram.

"Main noyor aja lo. Lo pikir jidat gue apaan main seenak jidat noyor gue"Fajar hendak membalas menoyor Galva tapi dengan cepat Galva menghindar alhasil tangan Fajar yang hendak menoyor Galva melayang begitu saja.

"Wlee gak kena tuh"ledek Galva membuat Fajar menggeram.

"Sialan lo!"

"Udahlah cepet ikutin gue! Mau tau pacar gue gak"Fajar langsung mengangguk antusias dan mengikuti Galva yang sudah berjalan terlebih dahulu.

Sampai di tempat tujuan, Fajar sudah melihat Gilva sendirian dan tidak melihat tanda tanda pacar Galva ada di sini, lantas dimana pacar Galva itu?

"Lia"Gilva yang saat itu posisinya membelakangi Galva dan Fajar sontak menolehkan kepalanya.

"Kenapa bang?"

"Kristal dimana?"

"Toilet"Galva hanya mengangguk anggukkan kepalanya dan langsung mengambil posisi di samping Gilva sedangkan Fajar memilih duduk berhadapan dengan si kembar itu.

"Gue heran deh, perasaan mau ketemu sama tu orang kagak jadi terus"ucap Fajar.

"Itu berarti lo gak boleh ketemu sama pacar gue"

"Alah nanti juga ketemu"

"Iyain aja"

Drtt..drt..

Getaran ponsel di saku Gilva membuat kedua remaja tampan di samping dan di hadapannya langsung memandangnya.

"Siapa?"

"Raksa"jawab Gilva sambil mengangkat telfonnya.

"Hallo"

"Lo di sekolah kan?"

"Hm"

"Nanti sore gue udah boleh pulang"

"Udah tau"

"Kok udah tau. Ciee perhatian banget sih lo sama gue. Gue pulang kapan aja udah tau"

"Ge er banget lo"ucap Gilva sambil memutarkan bola mata malasnya. Galva dan Fajar yang melihat itu langsung pandang satu sama lain. Tentu saja mereka kepo dengan apa yang di bicarakan Gilva dengan wakil black tiger itu.

BAD TWINSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang