- 10 -

1.4K 189 49
                                        

3rd POV
.
.
.
Angga sedang berkumpul dengan sahabatnya yang jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing di salah satu restaurant di kawasan Senopati hari Sabtu sore ini.

Dia habis curhat soal Aya, dari soal perjodohan orang tua nya hingga soal hati nya yang ga karuan sampai sekarang. Dia merasa belum siap berkomitmen lagi tapi jujur, dia merasa tertarik dengan Aya.

"Jadi mau lo seriusin nih?" Tanya Sandy si ceplas ceplos, pengacara dari firm saingan sekaligus sahabat Angga dari jaman sekolah S2 di US.

"Ngga. Ga tau. Gw bingung."

"Masih belum bisa move on dari Laras?" Tanya Sandy lagi.

"Jangan sebut namanya Broh, nanti Angga bisa ga tidur 3 malem." Sambar Pandu sambil meledek Angga. Pandu ini sahabat Angga sedari SMA, sekarang dia business man di bidang clothing. Punya brand fashion lokal tapi omsetnya ga tanggung-tanggung, bisa biayain umroh 50 orang pegawainya sekaligus.

"Apa yang bikin lo ragu sebenernya?" Tanya Sandy.

"Gimana ya.. Gayatri ini umurnya jauh banget di bawah gw. Selisih 6 tahun lah. Dunia nya juga beda dari gw, lingkungannya, bahkan sifatnya juga. Kalo ga gara-gara dikenalin orang tua sih, gw rasa gw ga bakalan ketemu jalan sama dia."

"Justru yang beda gitu seru Ngga. Lo standard nya Laras sih.. yang dari A sampe Z sama kaya lo. Sampe putus juga gara-gara ga bisa ninggalin karir nya dia. Kan udah kebukti, lo ga bisa sama yang model-nya plek-plek an kaya lo." Seru Pandu.

"Cantik banget si Aya ini. Kenalin lah." Kata Sandy, dia sambil melihat instagram nya Aya.

"Cantik cuy! Kalo lo jadi sama dia, bisa lah dia ngiklanin baju gw. Harga temen laah.." kata Pandu lagi.

Angga hanya menghela nafas..

"Ga usah kebanyakan mikir. Lo udah kenal berapa lama sekarang?" Tanya Sandy.

"Hampir 3 bulanan." Sejak dia bertukar nomor dengan Aya, komunikasi mereka menjadi lebih lancar. Walaupun dengan kesibukan mereka masing-masing sulit untuk bertemu tapi seengga nya mereka bertukar kabar.

Ga terasa mereka sudah kenal hampir 3 bulan sejak bertemu pertama kali di rumah Aya waktu itu. Angga masih saja bimbang, mau dibawa kemana perasaannya. Jujur, dia sadar kalau dia sudah tidak muda lagi. Dan orang tuanya pasti akan ikut campur kalau tahu dia dan Aya saling berkomunikasi sampai sekarang. Bisa-bisa dinikahin bulan depan kalau ketahuan orang tua kedua belah pihak.

"Yang macam kaya gini, pasti banyak yang deketin." Sandy nyodorin foto dari instagram Aya ke muka Angga.

" Sandy nyodorin foto dari instagram Aya ke muka Angga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dan pasti ada aja yang lebih dari lo." Sambar Pandu. "Yaaa muka mungkin lo menang lah. Otak juga menang deh. Tapi kelakuan lo itu yang suka goblok dan bisa bikin cewe mundur."

"Betul! Mana ada cewe mau dideketin 3 bulan tapi dianggurin. Di pacarin ngga, di PDKT-in ngga.. diumpetin iya." Kata Sandy.

"Temuin sama kita dulu lah. Kalo cocok sama kita, udah lo ga usah mikir." Kata Pandu.

Destiny (JINRENE AU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang