Perang tatapan tajam terus berlanjut. Dari jam pertama sampai jam Ke-4 Shamira dan Vifian tidak mengobrol sedikitpun. Shamira sesekali melempar pandangan membunuh dan menusuk. Bukannya takut, Vifian malah tertawa. Kebetulan kelasnya dan kelas Vifian ada kelas gabungan. Jadi, dua kelas digabung menjadi satu. Tidak semuanya, hanya murid-murid yang ingin menyenggol kelas utama. Jika Vifian berhasil menyenggol, maka salah satu murid yang ada di kelas utama akan tergeser.
Sialan emang Vifian, hanya kalimat itu yang selalu ada di benaknya kali ini. Ia menujuk Vifian kemudian menujukan 2 jarinya. Mulutnya mengatakan 'Istirahat kedua gue gorok' tanpa bersuara.
Kringgg
Oke sip. Bel istirahat kedua sudah berbunyi, waktunya untuk menghajar si Vifian. Kakinya melangkah menuju Vifian, seakan tayangan slow motion gerakan Shamira sangat lambat. Bukan hanya Shamira yang berlakon bak sinetron, mulut Vifian buka tutup seperti ikan koi. Memperagakan kalau dia sedang ketakutan, memcari-cari jalan keluar dengan gerakan slow motion.
Bruak
"Cut!" teriak Vifian saat melihat sang pemeran utama terjatuh menabrak meja.
"Salah! Akting lo salah! Seharusnya kayak gini." Vifian mulai melakukan ancang-ancang. "Satu dua... kabur!" teriak Vifian sambil berlari.
Sebelum berlari, Shamira sudah terlebih dahulu menarik ujung jas yang dipakai oleh Vifian. Masih posisi berakting, Vifian berlari ditempat dengan mata tertutup. Jika dia terus-terusan seperti ini. Orang akan mengecap Vifian 'Orang gila baru ada di IHS BHATIA' sangat memalukan.
"Vifi!! Lo bener-bener ngeselin ya! Mana yang mau gue tabok huh!"
"Sham," panggil Vifian.
"Apa?! Ada kata-kata terakhir yang lo mau ucapin?" tanya Shamira horor sambil menarik rambut Vifian.
"Ada Bang Samudra Sham, di belakang lo!" teriak Vifian pandangannya tertuju ke depan.
Shamira menelan saliva kasar dengan susah payah. Ia melepaskan jambakannya cepat. Dengan gerakan slow motion, ia berbalik. Matanya tertutup, karena tak sanggup melihat Samudra marah.
Sedikit demi sedikit, kelopak matanya terbuka. Sial! Ia sudah kena tipuan Vifian. Tubuhnya kembali berbalik, bersiap menerkam Vifian namun dia sudah ngacir keluar kelas.
"VIFI!" teriak Shamira berkoar sambil berlari mengejar Vifian.
"Ampun Sham! Gue nggak lagi! Maafin gu-gue!" teriak Vifian sesekali menoleh ke belakang. Terlihat Shamira yang berlari, sedikit lagi mengejarnya.
"Gue maafin lo! Tapi sini dulu!"
"Ogah gue! Nanti badan gue bonyok!"
"Sialan! Sini lo--"
Bruak
Shamira menabrak sesuatu hingga tubuhnya terjatuh. Tidak! Bukan sesuatu lagi tapi ini orang. Dari wangi yang tercium, ia sudah hapal siapa yang telah ia tabrak. Karena tahu siapa yang telah ia tabrak, ia hanya diam. Sambil memaki-maki diri sendiri.
"Bandel ya kamu Sham!" ucap orang itu menarik kerah baju seragam Shamira.
"Ayo makan dulu!" Orang menarik Shamira bagai anak kucing yang tercemplung di got.
"Abang," rengek Shamira merontak-ronta ingin dilepaskan.
"Abang, Mira bukan anak kucing!" tekan Shamira kesal, menghempaskan tangan Samudra yang masih menempel di kerah seragam belakang Shamira.
"Tadi ngomong kasar ya? Coba ulangi, Abang mau denger," sindir Samudra menatap Shamira tajam.
"Sialan!" maki Shamira langsung mendapatkan pelototan tajam dari Shamira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shanand
Teen Fiction[SEQUEL RAIRA2] 🍂Dimohon untuk tidak plagiat [Bhatia Series 3] Namanya Shamira. Ia seorang selebram dan youtubers terkenal. Dia sedang mendekati seorang pria berkacamata. Ia mendekati dia bukan karena sebuah taruhan atau truth or dare dari orang, b...
