Akhir-akhir ini, kelas Shamira sering kali jamkos. Seolah keributan keluarga besarnya terbawa arus ke sini. Raira, guru fisika sekaligus ibunya pun mengambil cuti untuk beberapa hari ke depan. Baru kali ini, masalah besar menimpa keluarganya.
Shamira menghela nafasnya kasar. Tak hanya sekolah ini tapi kontennya pun terbawa arus. Sampai para fans menanyakan kabar Shamira. Bagaimana kondisinya? Kenapa jarang membuat konten lagi? Kenapa dia tidak mengepost sesuatu ke sosial media? Jawabannya satu, masalah rumit keluarganya.
"Gue bingung, kenapa Vana gak masuk-masuk? Nama Vana diabsen kok tiba-tiba ilang? Vana pindah Sham?" tanya Vhifi seraya duduk di samping Shamira. Mengambil sebungkus cemilan di kolong meja dan memakannya. Shamira diam bergeming, pandangannya lurus ke depan.
"Dia diusir dari rumah karena dituduh nyelakain Shila." Shamira mengusap wajahnya gusar. "Gue gak tahu kalau keluarga gue pada tolol-tolol. Gak punya otak."
"Hah? Seriusan lo Sham? Pantes aja sekolah ini kayak tsunami. Gempar guru-guru rempong. Kesempatan emas buat Anand wkwk. Bisa geser posisi Vana, anjai." Vhifi tertawa cekikikan, melirik Anand yang sedang belajar.
Shamira menatap kesal Vhifi. Bisa-bisanya dia tertawa disaat dirinya sedang kebingungan. "Vhi, pengen dibogem gue gak?" tawar Shamira.
Vhifi mengetuk-ketukan jari telunjuknya ke dagu. "Sebar-barnya Vana. Tetep aja Vana selalu jadi murid yang akan dikangenin. Dia cuek tapi berprestasi, yang pasti sekolah ini akan kehilangan murid unggul. Yang kedua, ruang bk jadi sepi. Coba banyangin, cuma Vana yang jadi langganan ruang Bk. Weh kalo siswa lain, 3 kali masuk ruang BK udah diusir dari sekolah ini. Yang ke---"
"Tiga," potong Shamira.
"Dia itu cuek-cuek tapi pedulian. Beruntung ya cowok yang jadi pacar Vana."
Shamira menaikan sebelah alisnya. "Edgarka?"
"Anak IPS itu ya? Gila ganteng. Tapi katanya udah pindah. Btw Sham, gantengan si Edgarka dari pada Anand. Dia tuh, gimana ya... pokonya begitu."
"Gimana apanya? Anand udah keren kok di mata gue," bela Shamira melirik Anand.
Vhifi berdecak kesal. "Emang ya kalo cinta tuh susah."
"Siapa yang cinta. Orang gue cuma nilai, kalau dia keren." Shamira mendengus kesal.
"Edgarka lebih keren menurut gue. Terus-terus dia romantis. Sumpah romatis tis tis. Masa pacarnya ke sini dia ikut ke sini. Eh pas pacarnya pindah, dia juga ikut pindah. Astaga! Masih ada gak sih spesies macam dia!" teriak Vhifi histeris.
"Ada!" sahut seseolah. Sontak, Shamira dan Vhifi menengok. Di sana ada cowok berambut ikal, berkulit putih, tinggi sedang berjalan menunju arah mereka. Setelah sampai, dia duduk berhadapan dengan Vhifi.
Vhifi mendelik jijik. Memalingkan wajahnya ke arah lain. "Dia siapa sih Sham? Sok kenal," sindir Vhifi bertanya ke Shamira.
"Masa gak kenal sih! Parah banget sumpah. Sombong lo Vhi sama gue!" Kesal cowok itu.
"Siapa? Budi? Bayu? Joko? Joko tarub? Kopi Joko?" tanya Vhifi menyebutkan beberapa nama.
"Gue Apriyan. Salah satu fans Shamira." Cowok itu mengededipkan sebelah matanya pada Shamira. Vhifi yang melihat itu pun langsung mengeplak wajah Aprian mengunakan buku.
Aprian mengusap-usap wajahnya. "Padahal gue juga tadinya mau bilang kalau gue ngefans sama lo. Lo kasar, gak jadi deh."
Vhifi memutar bola matanya malas. "Bodo amat. Lo tahu gak sih kalau idola itu posisinya di atas dan fans itu di bawah. Jadi sorry-sorry aja," ucap Vhifi sambil menunjuk ke atas dan ke bawah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shanand
Jugendliteratur[SEQUEL RAIRA2] 🍂Dimohon untuk tidak plagiat [Bhatia Series 3] Namanya Shamira. Ia seorang selebram dan youtubers terkenal. Dia sedang mendekati seorang pria berkacamata. Ia mendekati dia bukan karena sebuah taruhan atau truth or dare dari orang, b...
