Perbedaan antara cinta dan kagum?
Menurutku Cinta dan Kagum berbeda. Cinta itu dari mata turun ke hati melibatkan perasaan yang rumit. Kalau kagum itu dari mata turun ke hati tanpa melibatkan perasaan, melihat sisi keistimewaan, paras ataupun sisi positif dari dia.
-Shamira
■■_______________________________■■
Akhir-akhir ini Shamira selalu bertemu dengan seorang cowok yang membuatnya dirinya terkagum-kagum. Tadinya ia bertemu dengan cowok itu tidak sengaja tapi hari ini ia sengaja dan ingin berkenalan langsung dengan cowok itu.
Dia murid biasa, namun kebaikannya yang tidak biasa. Dari penampilan dia, ia bisa menyimpulkan cowok itu seorang kutu buku, pendiam dan tidak suka bergaul. Ia beberapa kali melihat dia memberikan beberapa nasi kotak untuk anak-anak di pinggir jalan.
Cowok itu membuatnya semakin penasaran. Ia bahkan bertanya pada staff TU tentang dia. Ternyata dia murid beasiswa, dia tidak menginap di sekolah ini. Yang sekolah tahu, dia sekolah sambil bekerja. Dia murid beasiswa, bekerja sampingan tapi dia masih bisa membagi kebahagian untuk orang lain. Sedangkan dirinya, berasal dari keluarga besar, mempunyai penghasilan sendiri dari konten yang ia buat dan selalu mendapatkan apa yang ia inginkan tapi tak pernah berbuat kebaikan, menolong orang yang sedang kesusahan.
Dia sangat sempurna di matanya. Dia terlihat sangat keren, dari penampilan dan juga hatinya. Baru pertamakali ia merasa kagum pada orang. Mungkin ini saat yang tepat untuk berteman dan mengenalnya lebih dekat.
"Eh! Cowok kacamata!" teriak Shamira.
Dia menengok ke kanan dan kirinya. Kemudian menunjuk dirinya sendiri, memastikan kalau dia yang benar-benar di panggil. Shamira mengangguk, menghampiri cowo itu.
"Boleh kenalan gak?" tanya Shamira pada cowo itu.
"Eh. Kenapa? Tiba-tiba?"
"Ya ngak papa," ucap Shamira mengagaruk tengkuknya.
"Lo ngedeketin gue karena taruhan kan?"
Shamira melotot, menatap tak percaya pada cowo yang ada di hadapannya ini. Bisa-bisanya dia mengira kalau ia ingin berkenalan karena taruhan. "Eh! Kok ngomongnya kayak gitu sih?"
"Kalo lo ngedeketin gue karena taruhan murahan lo! Mending lo pergi, karena percuma, gue gak akan luluh sama cewe macam lo!" ucap cowok itu lantas pergi dari hadapan Shamira.
Saat itu juga ia bisa menyimpukan kalau dia orang yang ketus, negatif thinking sama orang dan satu lagi, mulutnya pedas kayak sambal buatan Bunda.
-OoO-
"Jadi kamu suka sama dia?"tanya Vifian mematikan mode 'gue lo' karena sedang ada di rumah Shamira.
Shamira bangun dari posisi tidurnya. "Gue tuh bukan suka, tapi kagum! Bisa bedain suka sama kagum gak sih!" teriak Shamira geram.
"SHAMI!" tegur seseorang di luar kamarnya.
"Mampus!"gumamnya. "Eh iya bang, keceplosan. Maaf!" teriak Shamira.
"Bisa ngak sih Sham, gak usah teriak. Apalagi pake 'gue lo' udah tau punya abang galak," bisik Vifian.
"Lo serius kagum sama dia? Karena dia pinter atau gimana? Dia cakep, kayaknya biasa aja. Keren? Hm... biasa aja," ucap Vifian mengetuk-ngetukan jarinya di dagu.
"Dia terlihat sempurna di mata gue Vi," ujar Shamira memandang lurus ke depan.
Vifian menempelkan telapak tangannya di kening Shamira. Tak biasanya Shamira seperti ini, apa dia sedang sakit?
KAMU SEDANG MEMBACA
Shanand
Teen Fiction[SEQUEL RAIRA2] 🍂Dimohon untuk tidak plagiat [Bhatia Series 3] Namanya Shamira. Ia seorang selebram dan youtubers terkenal. Dia sedang mendekati seorang pria berkacamata. Ia mendekati dia bukan karena sebuah taruhan atau truth or dare dari orang, b...
