Ucapan Rayhan benar. Dia mengirim Screenshoot komentar live tadi siang. Benar-benar menyebalkan. Dan sekarang, Sagara sedang menghakiminya. Ia berjanji, ia akan mendiami Rayhan dari waktu yang ditentukan Sagara.
"Kakak galak?"
Shamira menggeleng. "Ng-nggak kak."
"Kakak suka kamu maki-maki Ray tadi. Bagus, tingkatkan ya," ucap Sagara membuat Shamira mendongkak dan menatap Sagara bingung.
"Kakak nggak marah?"
"Nggak. Emang kakak sebenernya pengen jadi galak."
"Lah? Bukannya udah galak?" batinnya gemas.
Sagara mendekat ke arah Shamira. "Jangan deket-deket sama Gadha kalau nggak kak Davier--"bisik Sagara membuat Shamira mengerutkan dahinya.
"Maksudmu apa Sagara?" tanya seseorang berdiri di belakang Sagara sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Tidak bukan apa-apa," jawab Sagara cuek. "Ayo Shami, kita keluar." Lanjut sagara menarik lengan Shamira yang nampak kebingungan, dia melirik Sagara kemudian Algada.
"Bunda mencarimu Shami, sebaiknya kau temui bunda," kata Algadha berhasil menghentikan langkah kaki Sagara dan Shamira.
"Bunda?" gumam Shamira.
"Ya! Ayahmu datang untuk menjemput kalian, kakak harap kamu tinggal di sini lebih lama lagi," ujar Algadha.
Apa? Tinggal di sini lebih lama? Oh tidak bisa, ia merindukan kamar nyamannya. Bisa-bisa ia mati terus-terusan berada di sini. Tapi tunggu! Kenapa Algadha terkekeh kecil sambil menatapnya. Apa jangan-jangan dia bisa mendengar gerutuannya dalam hati?
Algadha berjalan pelan ke arahnya. Dari wajah Algadha, sepertinya dia akan memaksanya untuk tinggal di sini. Semakin dekat, semakin dekat dan--sampai.
"Tinggal di sini untuk sehari saja. Aku akan berikan apapun yang kau mau," bisik Algadha kemudian tersenyum tipis.
Shamira menggaruk tekuknya. "Hm, nggak bisa kak."
"Bener? Kamu nggak mau terima tawaran kakak?"
Shamira mengangguk lagi. "Bener kak. Minggu depan aku pasti dateng lagi."
"Oh no Sham, minggu depan kakak pergi lagi. Apa kamu tidak merindukanku nanti? Cukup lama aku tinggal di sana," ucap Algadha tatapannya datar namun di matanya terdapat harapan yang besar, sepenting itukah dirinya di mata kakak sepupunya ini?
"Hm... baiklah, for you." Shamira memeluk Algada sementara Sagara memutar bola matanya malas, sepertinya posisi Sagara akan segera tergantikan oleh Algada.
Akting Algadha tadi memang harus di acungi jempol. Benar-benar hebat! Hanya rayuannya Shamira bisa luluh. Padahal sudah beratus-ratus kali ia memohon kepada Shamira untuk tinggal di sini untuk satu hari saja tapi Shamira tetap menolak. Bahkan Davier, si raja dingin dan galak pun Shamira masih menolaknya. Tidak! Bukan hanya Davier, Ayahnya, Mami Aksya, Om Rey dan Ray tentunya Shamira tolak. Dan ini, karena rayuan kecil Algadha bisa meluluhkan hati keras Shamira. Sepertinya ia harus belajar banyak dari abangnya ini.
"Terimakasih, adik kecilku,"
OoO
"Shami! gue--gue hm--"
Shamira mendengus, menatap lawan bicara kesal. "Ngomong yang bener dong Nan!"
"Gue butuh bantuan lo!" ucap Anand ngegas.
"Nggak usah ngegas juga kali," cetus Shamira sambil memutar bola matanya malas.
"Gue nggak tahu harus minta bantuan ke siapa lagi. Ini tentang Alexa," ucap Anand mengalihkan pandangannya ke arah lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shanand
Novela Juvenil[SEQUEL RAIRA2] 🍂Dimohon untuk tidak plagiat [Bhatia Series 3] Namanya Shamira. Ia seorang selebram dan youtubers terkenal. Dia sedang mendekati seorang pria berkacamata. Ia mendekati dia bukan karena sebuah taruhan atau truth or dare dari orang, b...
