2. Kencan bareng Natha

1.5K 185 51
                                        

Semua murid sedang sibuk mengerjakan tugas matematika. Sebagian yang mengerjakan, yang lainnya nyontek. Sangat tidak baik untuk ditiru.

Ciji dengan semangat mengerjakan soal-soal matematika. Pelajaran matematika memang pelajaran yang paling ia sukai. Menurutnya, matematika itu lebih menantang daripada pelajaran yang lainnya.

Ciji mengalihkan pandangannya dari soal ketika melihat seseorang melintas keluar kelas. Ternyata Natha, ia keluar kelas dengan menundukkan kepalanya. Ciji panasaran Natha pergi kemana, ia pun menyusulnya.

Ternyata Natha duduk di tempat duduk tembok di depan kelas.

Ciji duduk di sebelahnya. Natha menoleh menatap Ciji, sedikit terkejut ada orang yang duduk di sampingnya tiba-tiba.

"Natha kok keluar?" tanya Ciji sambil menatap Natha penasaran.

"Gapapa, aku pengen aja." Ciji mengangguk.

"Natha, coba gini deh!" Ciji mengangkat tangannya yang membentuk sebelah gambar hati.

Natha menirunya. Ciji menyatukannya dan terbentuklah gambar hati. "Ini bentuk apa?" tanya Ciji.

"Hati," jawab Natha sambil memandangi tangannya dan tangan Ciji.

"Ini hati Natha," ucap Ciji sambil membentuk tangan Natha yang membentuk setengah hati dengan jari telunjuknya.

"Ini hati Ciji." melakukan hal yang sama seperti tadi.

Kini Ciji memandang lurus mata Natha. "Natha setuju gak, kalo hati kita bersatu kayak gini?" tanya Ciji dengan muka serius.

"Hmmm... Aku.... "

"Natha! Ciji!" seseorang memanggil nama mereka membuat keduanya menoleh ke orang itu.

"Eh Hana," sapaan Natha terdengar gugup.

"Masuk! Ini jam belajar, bukan jam istirahat," ucap Hana tegas.

Hana memang tegas. Semuanya tunduk pada dia. Dia juga salah satu murid terpintar. Banyak yang menyukainya.

"Sorry, gue yang ajak dia ngobrol tadi." setelah mengatakan itu Ciji masuk kelas, melewati Hana begitu saja.

Natha menatap Hana begitupun sebaliknya. "Masuk!" titah Hana sambil menunjuk dalam kelas dengan dagu. Natha hanya mengangguk dan memasuki kelas.

***

Bel istirahat berbunyi. Sebagian murid mulai berhamburan keluar kelas, dan mulai memenuhi kantin.

"Natha, ke kantin bareng yuk!" Ciji berdiri di depan bangku Natha.

Natha tersenyum sambil mengangguk membuat Ciji senang bukan main. Mungkin hari ini akan menjadi salah satu sejarah bagi Ciji karena bisa makan bersama dengan orang yang ia suka.

"Kali, jangan ikut ya! Mau kencan. Bye." Ciji melambaikan tangannya kepada Kali yang kini sedang mengumpat kesal.

"Kencan e'e'mu. Awas aja nanti kalo nangis nangis ke gue lagi gara gara cowok. Gue kasih e'e'nya sekalian!"

Ciji dan Natha berjalan berdampingan seperti sepasang kekasih. Cocok sekali.

"Natha tau gak? Gue seneng banget hari ini."

"kenapa?"

"Karena bisa jalan berdua sama Natha."

Before You GoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang