Bab 2 : Persiapan Lomba

3.3K 649 691
                                        

Now Playing : ITZY - Wannabe

***

"Lomba aja ada persiapan, masa buat dapetin lo, ngga ada persiapan?"

***

"Kerjakan soal fisika yang berjumlah empat puluh nomor ini dalam waktu satu jam. Yang mempunyai poin lebih banyak akan maju dalam perlombaan bulan depan. Bukan yang tercepat tapi yang paling tepat, ingat ya! Sekarang, silahkan mulai."

Setelah membagikan kertas soal dan menginstruksikan pada Alvino dan Carren, Bu Asri segera duduk ke mejanya. Ia tak perlu merasa khawatir jika mereka berdua akan menyontek ataupun sekedar melakukan kerja sama.

Karena keduanya sangat berambisi untuk mengikuti perlombaan ini, terutama Carren. Siswi yang berhasil mendapatkan medali emas pada perlombaan Fisika sebelumnya.

Sebenarnya, Alvino juga cukup pintar. Tetapi karena ia juga sering mengikuti pertandingan basket, jadi kemampuannya kurang terlatih dibandingkan Carren yang sudah sering mengikuti lomba.

"Bu! Saya sudah selesai." Tak terasa empat puluh menit telah berlalu, sudah ada yang selesai mengerjakan soalnya. Yang tak lain dan tak bukan adalah Carren.

Bu Asri tidak terkejut akan hal itu, karena hal itu sudah lumrah baginya. "Ya, Carren. Silahkan letakkan di mejamu dan keluar dari ruangan ini."

Sementata itu, Alvino masih tetap fokus dan berusaha menyelesaikan semua soal.

Dua puluh menit kemudian, Alvino juga sudah menyelesaikannya. Raut wajahnya terlihat lelah, terutama otaknya yang berpikir keras. Kira-kira sudah satu bulan lamanya, ia tidak mengikuti lomba Fisika. Oleh sebab itu, ia tidak pernah berlatih pada soal-soal tipe baru.

Saat Alvino keluar dari ruang karantina, ia cukup terkejut. Ternyata, Carren masih duduk di kursi yang khusus disiapkan di antara ruang karantina dan lapangan futsal. "Lo ngapain masih di sini?"

"Nungguin lo selesai, lama banget. Cupu, sih." Sepertinya, Carren masih memendam rasa kesalnya.

"Iya, gue cupu. Cupu dapetin hati lo."

Mendengar perkataan Alvino, yang meskipun hanya bercanda. Tetapi berhasil membuat jantung Carren menggila. "Dih, geli banget. Yaudah, gue mau pulang."

"Oh, jadi ngode diantarin pulang? Ah elah, Carren mainnya kode-kode sekarang. Untung Vinomu ini peka. Yuk, kita pulang."

Baru saja Carren ingin membalas perkataan Alvino, tangannya sudah langsung ditarik oleh Alvino menuju ke parkiran.

"Nih, jangan lupa diklik helmnya biar ngga jatuh. Sekalian biar lo ngga jatuh dalam pesona gue, hehe."

Yaampun, mengapa daritadi Alvino tidak berhenti untuk mengeluarkan gombal, sih? Kalau sudah gini kan, Carren bisa saja jatuh benaran. Dan hal itu tidak boleh terjadi karena selamanya hubungan diantara dirinya dan Alvino hanya sekedar teman.

***

Beberapa hari kemudian, Alvino dan Carren dipanggil oleh Bu Asri menuju ruang guru. Mereka dipanggil untuk mendengar hasil pengumuman, tentang siapa yang akan maju di perlombaan Fisika di bulan depan.

Not My Type [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang