Bab 23 : Program

751 155 66
                                        

Sebelumnya, aku mau ngucapin makasih buat 3k readersnya! Sebenarnya, udah di bab kemarin sih cuman udah keburu update hehe😁❤.

Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Selamat membaca! Btw kali ini juga aku benaran rekomen buat dengar lagunya sambil baca bab ini☺️.

Now Playing :  iKON - Love Scenario

***

"Hebat ya semesta. Ketika gue udah jatuh cinta sama lo, di situ juga lo pergi meninggalkan gue."

***

"Silahkan dibaca dengan benar. Jika ada pertanyaan, silahkan tanyakan pada ibu." Bu Seira selaku wali kelas 11 IPA 2 baru saja selesai membagikan jadwal acara beserta perlengkapan yang harus dibawa selama camping.

Camping yang akan dilaksanakan oleh SMA Harapan berlangsung selama empat hari tiga malam, yaitu dari hari Kamis sampai hari Minggu. Dan dilakukan di alam yang bisa dikatakan cukup terbuka.

Alvino menatap kertas dihadapannya dengan hati yang senang. Ia sudah memikirkan hal yang akan ia lakukan bersama Carren nantinya. Pasti akan sangat romantis.

Jika kalian berpikir penyebab dari semuanya, ya kalian benar! Alvino sudah jatuh cinta dengan rival lombanya, Carren.

Sedangkan itu, Nadhira memperhatikan kertasnya dengan tatapan yang tidak dapat dideskripsikan. Dibilang sedih, bukan, kecewa juga bukan. Mungkin di tengah-tengahnya.

Nadhira melirik pada bangku sebelahnya, bangku Carren. Saat ini, tidak terlihat Carren ada di sana karena ia dipanggil oleh Bu Asri ke ruang guru.

Beberapa lama saat kemudian, ketika seisi kelas selain Nadhira membahas tentang camping yang membuat keadaan kelas menjadi ribut, ada yang mengetuk pintu kelas.

Tok! Tok! Tok!

"Permisi, bu. Maaf saya terlambat masuk, ada urusan dengan Bu Asri tadi." ucap Carren sambil berlalu masuk ketika sudah mendapatkan izin dari Bu Seira.

Namun, sebelum ia duduk di tempat duduknya, Bu Seira memanggilnya. "Carren, sini sebentar."

"Ada apa bu?"

Bu Seira menyerahkan kertas yang sama seperti yang ia bagikan tadi. "Nih, punya kamu. Kamu ikut kan?"

Sayangnya, Carren menggeleng sebagai jawabannya. "Ngga bu, maaf. Saat camping berlangsung, saya udah harus berangkat ke Singapura."

"Baiklah, tidak apa-apa. Ibu doakan yang terbaik buat kamu. Sini peluk ibu dulu." Bu Seira membawa Carren ke dalam pelukannya membuat yang lainnya bingung. Tumben-tumbenan mereka seperti ini.

"Bu! Kok Carrennya dipeluk lama gitu?" sahut Ririn dari belakang.

"Suka-suka ibu dong! Kalian juga sebaiknya berbuat baik kepada Carren sebelum dia pergi ya."

"Carren mau pergi ke mana emangnya? Ke hati Alvino? Ah, ibu mah bisa aja." Kini, Eric mengeluarkan suaranya.

Bu Seira mengernyitkan keningnya, "Loh, kalian belum tau? Carren kan diterima dalam program pertukaran pelajar ke Singapura."

Not My Type [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang