Bab 28 : Cuman Dare?

831 143 115
                                        

Pas lagi baca ini, udah pada mandi belom? Wkwk.

Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Selamat membaca❤

Now Playing : Sundial - Your Text

***

"Apakah dengan memainkan hati seseorang dapat membuat kalian senang?"

***

"ANJIR, DANNY. SIALAN ANAK ITU."

Alvino baru saja mengecek pesan yang Danny kirimkan pada Carren. Danny berbohong padanya, ia bilang jika Alvino duduk diam, ia akan mengirimkan pesan yang sama seperti pesan yang Alvino ketik sebelumnya.

Tapi, lebih sialnya. Alvino mengecek pesan itu pada saat ia sampai ke rumah, padahal tangannya sudah gatal untuk menjambak rambut Danny.

Alvino : Heh, anak setan! Awas lo ya.

Beberapa menit kemudian, Danny membalas pesannya.

Danny : Iya, sayang. Ada apa dengan aku? Kamu kangen, yach? Padahal belum sampai sehari kita ngga ketemu.

Alvino semakin ingin memaki Danny sebanyak yang ia inginkan. Tapi, hal itu diurungkan karena melihat Airin, mamanya yang masuk ke dalam kamarnya.

"Alvino."

Alvino menaruh ponselnya pada kasur, lalu ia kembali melirik pada mamanya. "Iya, ma?"

"Mama perhatikan. Akhir-akhir ini, kamu makannya sedikit dan melakukan berbagai hal pun jadi ngga fokus."

Alvino menaikkan satu alisnya ke atas, "Emang iya? Alvino ngga ngerasa kayak gitu."

Airin mengangguk sebagai jawabannya, "Kamu sendiri memang ngga bakal ngerasa, cuman orang lain yang akan tau."

"Iya deh, ma. Alvino besok-besok ngga gitu lagi." balas Alvino pelan.

"Mama kemarin tanya ke teman sekolahmu, ternyata Carren pergi ke Singapura, ya?"

Selalu saja Carren yang menjadi bahasan topik. Entah itu di rumah maupun di sekolah.

"Iya, ma."

"Oh, pantesan kamu kayak gitu. Ternyata lagi galau. Mama paham, kok. Udah, ya, kamu lanjut galau-galau lagi aja. Mama mau masak." ucap Airin dan berlalu pergi dari hadapan Alvino.

Alvino tidak menjawab perkataan Airin. Ia lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya pada kasur sambil menatap langit-langit kamar.

"Apa gue jujur aja kali, ya? Kalau perkataan gue yang waktu itu cuman dare dari Danny?"

Setelah yakin dengan keputusan yang menurutnya tepat dan sudah benar, Alvino mengetikkan pesan pada Carren.

Alvino : Pesan itu salah kirim, yang ngetik juga Danny. Bukan gue. Gue ngga pernah suka sama lo. Lalu, soal perkataan gue yang dulu-dulu juga cuman dare dari Danny.

Alvino yakin, sangat teramat yakin. Dengan dikirimkannya pesan ini, berarti usailah sudah kisah mereka berdua. Dan ia tidak perlu merasakan galau dan perasaan lainnya. 

Not My Type [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang