Kalau bisa milih satu kekuatan, kalian bakalan pilih apa?
Selamat membaca Bab 36❤.
Now Playing : IU Ft. SUGA BTS - Eight
***
"Berjuang tidak melulu soal cinta dan perasaan. Bisa saja yang lain, contohnya berjuang dalam lomba. Tetap berjuang, kan, namanya?"
***
"Are you going to kiss me, huh?"
"Yes, I will."
Tristan membulatkan kedua bola matanya ketika mendengar jawaban dari Carren. "Serius?"
Carren menunjukkan cengirannya pada Tristan. "Bercanda. Mana boleh kita kayak gitu, Tristan. Bisa-bisa aku kena goreng papaku."
Ngomong-ngomong dengan papa Carren, ia memutuskan untuk pindah ke Singapura. Dan tinggal dengan mama dan juga adik Carren. Sedangkan Carren sendiri, ia berhasil membujuk papanya untuk tetap menyelesaikan pendidikannya di Indonesia. Setidaknya, sampai ia tamat SMA.
"Lain kali jangan gitu lagi, Carren. Entar aku yang gituin kamu balik, mau?"
Carren terkekeh lagi, "Iya-iya. Yuk lanjutin jalannya."
Mereka berdua pun kembali melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
***
"Sebelum pergi ke tempat lomba, doa dulu Alvino," ucap Airin pada sang anak, Alvino.
Hari ini adalah hari perlombaan Matematika yang Alvino ikut. Jika Alvino lolos dalam babak ini, maka ia akan masuk ke semifinal. Setelah itu, baru dilanjutkan ke babak final.
"Iya, ma. Mama doain Alvino supaya menang juga, ya?"
Airin tersenyum. "Pasti, dong. Pengumumannya kapan?"
Alvino berpikir sejenak, "Hmm, kayaknya lusa."
"Oke deh. Mama doain yang terbaik. Kalau kamu menang, kamu boleh minta apapun ke mama."
Mendengar ucapan Airin, membuat Alvino lantas menunjukkan senyuman lebarnya. "Yakin, ma? Apapun boleh?"
Airin mengangguk. "Iya, Vino. Udah ah, kamu kebanyakan ngoceh. Pergi sana, mama tunggu hasil yang bisa buat mama senang."
"Siap, ma!"
Alvino pun segera menaiki motornya menuju salah satu hotel, tempat dilaksanakan lomba Matematikanya. Sedangkan Pak Budi dan beberapa guru sudah standby terlebih dahulu di sana.
Sesampainya di depan hotel, Alvino langsung memarkirkan motornya. Kemudian, ia berjalan dengan langkah cepat menuju ke dalam.
"Alvino! Sini cepat,"
Ketika melihat kehadiran Alvino di ambang pintu, Pak Budi langsung melambaikan tangannya.
Menyadari dirinya yang akan telat, membuat Alvino melangkah jauh lebih cepat dari sebelumnya. Nasib baik dirinya dianugerahi oleh Tuhan mempunyai badan yang cukup tinggi dan kaki yang jenjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not My Type [✔]
Teen FictionRival Lomba. Itulah yang dapat menggambarkan hubungan Alvino dan Carren. Sebagai rival lomba, tentu saja mereka sering beradu mulut. Tiada hari tanpa mereka berdua saling beradu mulut, yang membuat suasana kelas 11 IPA 2 selalu ribut. Jika kalian...
![Not My Type [✔]](https://img.wattpad.com/cover/218623939-64-k425521.jpg)