Sebelum baca, jangan lupa tinggalkan jejak yaa. Selamat membaca!
Now Playing : TWICE - Feel Special
***
"Bagi aku, kamu itu seperti martabak, spesial di hatiku."
***
"Vino, kamu ngapain duduk di luar?"
Alvino segera bangkit dari duduknya dan membantu mamanya untuk menaruh satu cangkir teh yang ia bawa dari dalam rumah.
"Lagi nungguin teman Vino. Kita mau kerja kelompok." jawab Vino sambil mengambil teh dan meminumnya.
Airin, mama Alvino, melihat jam di tangannya. Pukul 9 pagi. "Loh? Bukannya sekarang masih jam sembilan? Kalian janjiannya jam berapa?"
Alvino menunjukkan senyumnya, "Jam sebelas, sih. Cuman Vino sekalian mau jemur aja."
Alvino dan Carren memang berjanjian pukul sebelas siang. Mereka sengaja mengerjakannya pada siang hari karena bahan yang sangat banyak. Maklum, Sejarah.
"Ohh gitu. Temanmu siapa? Danny?"
"Carren, ma. Yang pernah Vino ceritakan." ucap Alvino.
Alvino pernah menceritakan Carren kepada mamanya, waktu itu yang ia ceritakan tentang Carren yang berhasil menang di lomba Fisika.
"Wahh! Yang menang di lomba Fisika itu ya? Pintar banget. Akhirnya mama bisa ketemu dia juga, nanti kenalin ke mama ya, Vino." Airin menjadi bersemangat seketika. Ia penasaran sosok perempuan mana yang bisa berhasil membuat Alvino menceritakan kepadanya.
Dari kecil sampai sekarang, Alvino tidak pernah sama sekali membahas tentang perempuan, terlebih pada mamanya.
"Iya, ma. Tunggu dia datang ya."
"Siap! Mama mau ganti baju dulu yang bagus buat ketemu calon mantu mama."
"E-eh? Calon mantu? Hah? VINO GAK PACARAN SAMA CARREN MAMA!!!" teriak Alvino kencang yang membuat mamanya tertawa.
***
Mobil yang membawa Carren dari rumahnya sampai ke rumah Alvino sudah berada di depan pagar. Tak lama kemudian, pagar dibukakan oleh satpam yang berjaga di sana.
Carren tak henti-hentinya berdecak kagum akan kemegahan rumah milik Alvino. Bahkan bisa dikatakan rumah miliknya hanya setengah dari ukuran rumah Alvino.
"Udah, Pa. Di sini aja, itu teman Carren udah di depan." ucap Carren pada papanya.
Setelah berpamitan, ia pun turun dan menghampiri Alvino yang sedang tertidur di luar. Lebih tepatnya, tertidur karena terlalu lama menunggu.
"WOI! BANGUN!"
"Eh kampret, aku suka kamu!" Alvino menjadi latah karena terkejut dengan teriakan Carren.
Carren yang melihatnya pun tertawa kencang. "HAHAHA ANJIR LO NGAPAIN SIH?!"
"Ngapain lo teriakin gue?!" balas Alvino kesal. Selain kesal, ia juga malu karena sudah melatahkan bahwa ia menyukai Carren, untungnya tidak didengar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not My Type [✔]
Novela JuvenilRival Lomba. Itulah yang dapat menggambarkan hubungan Alvino dan Carren. Sebagai rival lomba, tentu saja mereka sering beradu mulut. Tiada hari tanpa mereka berdua saling beradu mulut, yang membuat suasana kelas 11 IPA 2 selalu ribut. Jika kalian...
![Not My Type [✔]](https://img.wattpad.com/cover/218623939-64-k425521.jpg)