Bab 35 : Kencan Pertama

707 110 40
                                        

Halo semua! Sebelumnya, aku mau ucapin selamat merayakan hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan🙏☺️.

Biar makin semangat, jawab dulu yuk pertanyaannya❤.

Kalau boleh tau, makanan dan minuman yang paling kalian suka apa nih?

Selamat membaca Bab 35 dari cerita Not My Type❤!

Now Playing : Stephanie Poetri - I Love You 3000

***

"Ini bukan hanya sekedar gombalan semata. Tapi, dari semua makhluk yang ada di dunia ini. Kamulah yang paling aku cintai."

***

"Carren, nomor ini kamu dapat berapa hasilnya?"

"Sebentar. Em, hasilnya 130. Sama, ngga?"

Tristan melihat jawaban akhir yang ada di buku Fisika miliknya. Kemudian, kembali melirik ke arah Carren. "Kok punyaku hasilnya cuman 30, ya?"

"Masa, sih? Kok bedanya jauh banget." Carren memutuskan untuk mengecek ulang jawaban miliknya. Takut jika dirinya lah yang salah dalam menghitung.

"Soalnya, 100 nya udah pindah ke hatiku." lanjut Tristan.

Carren yang sedang menghitung ulang seketika menghentikan aktivitasnya. Ia sadar jika Tristan hanya sekedar menggombalinya. "Ck, kirain apa. Bikin kaget aja."

Tristan terkekeh. "Hehe, maaf ya. Yaudah, kamu lanjut aja kerjanya."

Saat ini, pelajaran Fisika yang diajar oleh Miss Berry sedang berlangsung. Mereka diberikan beberapa latihan soal, untuk mempersiapkan diri sebelum final test dimulai.

Sedangkan, untuk final testnya sendiri akan berlangsung beberapa minggu lagi. Carren baru menyadari jika waktunya di Singapura tidak lama lagi.

Lebih tepatnya, ketika tahun ajaran baru di Singapura mulai, Carren hanya akan mengikutinya sebentar saja. Setelah itu, ia akan kembali lagi ke Indonesia.

"Tristan, tunggu dulu."

Tristan yang hendak melangkah pergi, langsung membalikkan tubuhnya lagi. "Ada apa?"

Carren menyodorkan tangannya pada Tristan, "Permenku untuk hari ini mana?"

"Oh iya! Bentar, aku ambil dulu." Tristan melangkah cepat ke mejanya dan segera mencari permen yang ia letakkan di dalam tasnya.

Setelah berhasil mendapatkannya, ia kembali lagi ke meja Carren dan memberikannya. "Nih,"

"Thanks. Btw, ini hari ke berapa?"

"Hmm, sepertinya hari ke–20."

"Okay. Berarti masih ada satu bulan lagi ya?" tanya Carren yang dibalas anggukan oleh Tristan

"Iya. Masih lama, kok. Tenang aja,"

Memang masih lama. Tapi, waktu Carren di Singapura lah yang tidak lama lagi. Satu bulan itu bukanlah waktu yang lama.

Not My Type [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang